Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab (tengah mengenekan kerudung hijau), dengan didampingi Dirut RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, dan Sekdakab Jombang, Achmad Jazuli saat simulasi aplikasi RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab (tengah mengenekan kerudung hijau), dengan didampingi Dirut RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, dan Sekdakab Jombang, Achmad Jazuli saat simulasi aplikasi RSUD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Masyarakat Kabupaten Jombang yang hendak mengakses pelayanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, kini sudah tidak lagi mengantri untuk mendapatkan nomor pelayanan medis. Hanya cukup mendaftar melalui aplikasi online, masyarakat lebih cepat mendapatkan pelayanan.

Aplikasi yang dinamai RSUD Jombang ini, dapat diakses oleh masyarakat dengan cara mendownload melalui Play store yang ada di ponsel android.

Di dalam aplikasi itu, masyarakat bisa dengan mudah mendaftarkan diri untuk mendapatkan nomer urut pelayanan rawat jalan. Diterangkan Direktur Utama RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran, aplikasi ini dapat digunakan oleh pasien dengan BPJS ataupun non BPJS.

"Itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas untuk mendaftar (pelayanan rawat jalan, red) secara langsung. Tidak perlu datang ke rumah sakit pada saat mau daftar," ujar dr Pudji saat diwawancarai di RSUD Jombang, Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan Jombang, Sabtu (23/2) pagi.

Cara mendaftar pelayanan rawat jalan melalui aplikasi RSUD Jombang ini terbilang cukup mudah. Setelah aplikasi terdownload, pasien cukup memasukkan nomor rekam medis dan tanggal lahir di kolom pendaftaran pasien.

Setelah itu, pasien memilih Poli yang dituju untuk pelayanan medisnya di kolom yang telah disediakan di aplikasi. Selanjutnya, akan muncul bukti pendaftaran lengkap dengan barcode identitas pendaftarannya.

Bukti pendaftaran ini memuat kode pendaftaran, nomor kartu, nama pasien, tanggal pemeriksaan, dan poli tujuan, serta nomor urut antrean.

"Ini dalam rangka keterbukaan informasi publik. Ini juga untuk menghindari pungutan-pungutan yang bisa dimungkinkan terjadi di sejumlah titik," terang Dirut RSUD Jombang.

Aplikasi berbasis android ini, dinilai dr Pudji bisa mengurangi antrean yang cukup banyak. Mengingat RSUD Jombang merupakan rujukan rumah sakit regional Jawa Timur bagian tengah yang melayani 5 Kabupaten/Kota, dengan pelayanan medis rawat jalan di setiap harinya mencapai seribu orang.

"Banyak sekali. Sebelum online ini, hampir ruang pendaftaran ini dipenuhi oleh masyarakat pengguna. Tetapi ketika kita sudah melaksanakan online ini, ya kurang lebih 10 persen mereka yang datang ke tempat kita mendaftar onsite (di tempat)," bebernya.

Sedangkan, diterangkan dr Pudji, pendaftaran online ini hanya bisa dilayani pada waktu satu hari sebelum pemeriksaan hingga pukul 07.00 WIB di hari periksa yang dibutuhkan pasien.

"Kalau sudah masuk jam 7 pagi, kita tidak bisa menerima online. Mereka harus datang onsite. Atau kalau mereka daftar online, itu untuk hari berikutnya," tandasnya.

Sementara, sistem pendaftaran rawat jalan dengan cara online melalui aplikasi bernama RSUD Jombang ini diresmikan langsung oleh Bupati Jombang di ruang KH Wahab Hasbulloh lantai 4 gedung RSUD Jombang, pada Sabtu (23/2) pagi.

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan, aplikasi tersbut dinilai sangat transparan untuk melayani masyarakat. Semua kebutuhan pelayanan medis, dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat Jombang.

"Pelayanan ini sangat profesional. Dengan adanya aplikasi ini untuk melakukan, baik untuk pendaftaran, pembayaran, sampai nanti ada di ruangan itu sudah tersedia semuanya. Jadi sangat praktis ini, ini sebuah inovasi RSUD Jombang untuk melayani masyarakat lebih baik," tutup Bupati.(*)

End of content

No more pages to load