Gubernur Jatim Khofifah Dapat Penghargaan sebagai "Wanita Satu Digit", Apa Maknanya?

Dra. Khofifah Gubernur Jatim saat menerima anugrah "Wanita Satu Digit" dari Badan Musyawarah Antar Gereja-Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag-LKKI)
Dra. Khofifah Gubernur Jatim saat menerima anugrah "Wanita Satu Digit" dari Badan Musyawarah Antar Gereja-Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag-LKKI)

JATIMTIMES, MALANG – Badan Musyawarah Antar Gereja-Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag-LKKI) memberikan penghargaan terhadap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Balai Persekutuan “Bukit Zaitun”, YPPII, Kota Batu, pada Rabu (6/3/2019) sore. 

Khofifah diberi penghargaan sebagai "Wanita Satu Digit".

Penghargaan tersebut diberikan karena Khofifah dinilai berhasil menjalankan program pengentasan kemiskinan selama menjabat Menteri Sosial dari tahun 2014 hingga 2018.

Lantaran kegigihannya tersebut angka kemiskinan turun satu digit.

Dalam penganugrahan tersebut hadir juga Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto Sik MSi, Ketua DPRD Kota Batu Cahyo Edi Purnomo dan Ketua umum YPPII DR Ronald M Octavianus TH.

Penghargaan tersebut diberikan setelah Khofifah selesai menjabat Menteri Sosisal RI. 

Demikian dikatakan Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja-Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (Bamag-LKKI) Ir Agus Susanto Msc.

Menurutnya, penilaian keberhasilan kinerja hanya bisa dilakukan setelah masa penjabatan sudah habis.

Sehingga, berhasil atau tidaknya program yang dilaksanakannya akan bisa diketahui hasilnya.

"Kita ingin obyektif, hasilnya itu baru diketahui setelah masa jabatannya berakhir. Sehingga, kita bisa mengetahui secara obyektif dan tanpa KKN bahwa berhasil atau tidaknya program yang dilaksanankan" jelasnya.

Agus mengatakan selama menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah berhasil menurunkan angka kemiskinan yang ia lihat dari 5 indikator, ekonomi, sosial, bisnis, budaya dan politik.

Ia mengatakan ada beberapa pertimbangan kenapa Khofifah layak mendapatkan penghargaan.

Salah satunya, Khofifah bisa merumuskan ulang indikator kemiskinan, dimana di era pemerintahan sebelumnya hanya satu indikator saja yakni ekonomi.

Ia mengatakan bahwa Gubernur Jatim tersebut mampu membuat dan berhasil menjalankan program pengentasan kemiskinan seperti program Desa Mandiri Sejahtera (DSM). 

Dalam program tersebut, Khofifah mampu mempercepat penanggulangan Kemiskinan terhadap target 5.000 desa tertinggal dan 2.000 desa.

Dari program - program yang telah dilakukan Khofifah selama menjabat sebagai Mensos tersebut, berdasarkan data BPS pada 15 Januari 2019 lalu menunjukkan bahwa Gubernur Jatim ini berhasil menurunkan angka kemiskinan di Indonesia sebesar 1 digit.

Dalam sambutannya, Khofifah mengaku penghargaan tersebut merupakan surprise dari Bamag-LKKI. 

Sebab, ia tidak mengangka bahwa pihak Bamag-LKKI tersebut mencatat semua kinerjanya selama menjabat sebagai Mensos RI dari 2014 hingga 2018 lalu.

Kemudian, ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini, kemiskinan di Jawa Timur, khususnya wilayah desa masih berada di peringkat tertinggi.

"Hingga saat ini, kemiskinan di Jatim khususnya di desa, masih tertinggi. Jadi itu merupakan tantangan saya untuk mencari solusi yang efektif, konkrit, serta mempercepat menurunkan kemiskinan di desa yang ada di Jatim" kata Khofifah.

Termasuk mengurangi disparitas antara si kaya dan si miskin.

Ia juga menuturukan bahwa sudah ada hal yang menjadi kesepakatan dengan Emil Dardak yang tentang Ketua Tim Koordinasi Penurunan Kemiskinan Daerah (TKPD) Jatim akan dipegang langsung oleh Gubernur.

"Saya jawab oke, namun untuk percepatan pembangunan di Jatim Selatan dipegang oleh Wagup, sehingga kita berbagi tugas" jelasnya.

Dengan penghargaan yang diterimanya tersebut, Khofifah berharap ke depan program penurunan angka kemiskinan pedesaan akan lebih dipercepat lagi melihat angka kemiskinan di kota sudah rendah.

 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top