Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa  (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Berdasarkan informasi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang, tercatat ada 69 warga negara asing (WNA) yang sudah memiliki E-KTP. Mengantisipasi nama WNA masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan segera lakukan kroscek.

Ketua Bawaslu Kota Malang, Alim Mustofa menyampaikan, Senin (11/3/2019) pekan depan, Bawaslu baru mendapat nama terang dari 69 nama WNA yang sudah ber-EKTP tersebut. Sehingga kroscek baru dapat dilakukan pekan depan.

"Kami sudah berkirim surat ke Dispendukcapil untuk meminta nama terang dari WNA tersebut, dan jawaban baru dikirim Senin. Maka kami bisa kroscek ya Senin pekan depan," katanya pada wartawan belum lama ini.

Ketika terdapat dalam DPT, menurutnya nama tersebut wajib dicoret. Lantaran memang yang memiliki hak untuk melihat hanya Warga Negara Indonesia (WNI) saja. Meski sempat ada isu jika menghapus DPT tak mudah, Alim menegaskan jika nama WNA yang masih dalam DPT akan tetap dihapus secara nasional.

"Nanti pasti akan dihapus secara nasional itu," paparnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan, adanya WNA yang masuk dalam DPT sudah menjadi isu nasional. Sehingga di Kota Malang sendiri wajib untuk dikawal. Jika memang ada, maka instansi yang bersangkutan ia harap melakukan tindakan.

"Jika memang ada, pasti nanti pihak yang berwenang akan melakukan tindakan. Kami minta untuk terus dikawal, karena ini masalah nasional," jelas pria yang akrab disapa Bung Edi itu. 

End of content

No more pages to load