Jualan di Alun-alun bayar

M Ihsan jual aneka kerajinan kulit di tenda kerucut acara Festuval Pendalungan dan Pasar Rakuat Muslimat NU (Agus Salam.Jatim TIMES)
M Ihsan jual aneka kerajinan kulit di tenda kerucut acara Festuval Pendalungan dan Pasar Rakuat Muslimat NU (Agus Salam.Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Kabar tak sedap tercium di Gelaran Festival Pendalungan Pasar Rakyat Muslimat. 

Lahan alun-alun yang disediakan Pemkot Probolinggo untuk acara yang berlangsung dari tanggal 6 sampai dengan 10 Maret 2019 itu gratis, namun dilapangan, pedagang ditarik sejumlah dana.

Penarikan dana dibenarkan Muhammad Ikhsan (50) pedagang asal Jombang yang menempati tenda sisi timur panggung utama. 

Pria yang berjualan aneka kerajinan dari kulit ini mengaku membayar Rp1,5 juta ke Damar, pengelola event tersebut (EO).

Ia berterus terang, tidak keberatan karena bisa menempati tenda plus penerangan listrik. Dijelaskan, tenda yang ditempati bukan miliknya, tetapi kepunyaan EO. 

M Ikhsan beserta puluhan pedagang yang lain hanya menempati. Tenda dan penerangan dari penyelenggara.

“Enggak masalah. Yang penting saya bisa jualan dan disuruh menempati tenda ini,” tandasnya, Sabtu (9/3) sekitar pukul 15.00.

Dihari yang keempat event tersebut, Ihsan mengaku uang Rp1,5 juta sudah kembal? Ia tinggal mencari laba yang ditarget 40 persen.

Pedagang keliling antar kota ini optimis, target penghasilannya akan tercapai, meski 2 hari diguyur hujan. 

“Masih ada sisa 3 hari. Kan acara ini diperpanjang 2 hari,” tambahnya.

Salah satu PKL yang berjualan di acara Festival Pendalungan dan Pasar Rakuat Muslimat NU

Hal senada juga diungkap, Nada Ruisma. Perempuan asal Madiun yang berjualan aksesories tersebut membayar Rp1,5 juta, Ia berharap balik modal, karena jualannya sepi. 

Nada mengaku, biaya menempati tenda belum kembali. 

“Sepi pak. Mudah-mudahan tiga hari sampai penutupan, pengunjung dan jualan kami ramai,” katanya singkat.

Tak hanya pedagang yang menempati tenda kerucut, pedagang kaki lima yang berjualan diarea acara, juga membayar. 

Padahal, mereka tidak mendapat fasilitas tenda, tetapi hanya penerangan. Harganya, tergantung luasan tempat yang dipakai berjualan. 

Besarannyan angkanya antara Rp200 ribu hingga Rp400 ribu.

Seperti yang diungkap salah satu penjual pop corn. Pria yang berasal dari luar kota ini mengaku membayar Rp 200 ribu untuk bisa berjualan di dalam alun-alun. Hal senada juga diakui pedagang cilok dan Badri, penjual bakmi asal Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota setempat.

Penhuak cilok mengaku dikenai tariff menempat area acara Rp200. Sedang Badri mengaku dibebani Rp400 ribu. Hanya saja, pedagang popcorn, Cilok dan penjual bakmi, hingga saat ini belum membayar. Begitu juga dengan PKL yang rata-rata berasal dari luar kota tersebut. 

“Belum byar, Nnti saja hari terakhir bayarnya,” ujar Badri.

Saat ditanya membayar ke siapa ? mereka menyebut, membayar ke Nono, salah satu PKL asal Kota Probolinggo, sekaligus coordinator PKL luar daerah. Sedang pedagang yang menempati tenda kerucut di kanan kiri (Barat-Timur) panggung utama, membayar ke pihak penyelenggara *EO).

Di lokasi yang sama Damar, pemilik EO membenarkan kalau seluruh pedagang dikenai biaya. Selain biaya tenda dan penerangan lampu, dana yang terkumpul dari peserta acara untuk membiaya panggung beserta sarana dan prasarana pendukungnya termasuk lighting (lampu) dan Sound System.

Begitu juga music yang dihadirkan dalam acara yang digelar Pemprov Jatim dengan Pemkot Probolinggo tersebut. 

Damar menyebut, meski acara itu diselenggarakan pemprov dan pemkot, namun dari kedua institusi tersebut tidak ada.

“Dari pemerintah tidak ada dananya. Ya, biaya yang kami pakai untuk membiayai acara ini, dari pedagang dan permainan,” tandasnya.

Pengakuan tersebut dibenarkan Tutang Heru Aribowo, kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar). Ia berterus terang, acara Festival Pendalungan dan Pasar rakyat dibiayai pihak ketiga. Disbudpar hanya membiayai kesenian yang mengisi acara tersebut. “Dari kami tidak ada dana. Kami hanya membiayai kesenian yang tampil diacara ini,” tandasnya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Probolinggo TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top