Mengintip Perjalanan Pasar Krempyeng Suruji Lumajang (2)

Walau Jualan Di Badan Jalan, Ada Pedagang Ingin Tetap Seperti Sekarang

Lapak ini persis berada jalan masuk Jembatan, Tapi itulah seninya Pasar Suruji (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Lapak ini persis berada jalan masuk Jembatan, Tapi itulah seninya Pasar Suruji (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG – Usman Aji, yang pernah menjabat sebagai Sekretari Kelurahan sejak tahun 80-an menceritakan bahwa sudah sejak lama pemerintah Kabupaten Lumajang menjanjikan akan dibangun. Bahkan pernah dijanjikan akan dibangun sampai dua lantai agar bisa menampung pedagang yang ada di jalanan.

Namun beberapa kali janji itu disampaikan, sampai sekarang ternyata tak kunjung terlaksana. Sementara pasar terus semakin ramai. Jika dulu hanya disekitar lapak yang dibangun disisi barat jalan Mayor Kamari Sampoerno (MKS), sekarang sudah meluber jauh ke utara. Tak hanya jalan, jembatanpun menjadi area berjualan, walau jembatan itu tak terlalu besar.

“Sudah berkali-kali dijanjikan akan dibangun, tapi sampai sekarang tidak pernah terwujud,” kata Usman Aji.

Sementara Ny. Anik yang sudah lama berjualan di Pasar Krempyeng Suruji menyatakan tidak keberatan jika tetap seperti ini. Karena dengan begini pasar ini ramai. Orang yang biasanya hanya lewat saja, karena jualannya diluar bisa langsung mampir belanja.

“Kalau saya tetap begini juga nggak apa-apa mas. Tapi sekarang ini yang jualan banyak sekali. Dulu yang jualan hanya orang sekitar sini pak. Sekarang sudah dari mana-mana. Bahkan ada yang dari kecamatan Kunir juga jualan disini. Jadi kadang-kadang agak sepi juga jualan pak, kebanyakan yang jualan,” kata Ny. Anik.

Sementara itu Muhammad Zubad menyatakan bahwa dulu sudah sempat ada pembicaraan dengan Satpol PP untuk ikut membantu mengatur lalulintas dan pedagang agar jalannya tidak macet. Tapi sampai sekarang bantuan itu tidak pernah ada.

“Dulu itu katanya mau dibantu Satpol PP untuk membantu agar lalulintas tidak macet. Ya diatur-atur agar yang jualan jangan sampai terlalu banyak makan badan jalan. Tapi sampai sekarang tidak ada,” kata Muhamad Zubad.

Apapun bentuknya, bahkan ketika ada sebagian masyarakat yang merasa terganggu karena jalanan jadi sempit, namun faktanya Pasar Krempyeng Suruji tetap ramai, bahkan menjadi pasar tradisional jalanan yang cukup menarik untuk dikunjungi.

“Saya senang disini pak, barangnya murah-murah dan bisa ditawar. Apa saja ada disini. Mau beli buah, sayur, ikan sampai kebutuhan lainnya saya selalu kesini,” kata salah seorang warga yang kami temui di Pasar Krempyeng Suruji.

Pengamanatan kami selama beberapa saat ada di pasar ini, memang jumlah barang yang dijual cukup bervariasi. Walaupun berlangsung tidak lebih dari enam jam, namun lauk pauk siap santap juga tersedia.

“Saya kalau nggak masak, misalnya karena kurang enak badan, saya selalu datang kesini pak, semuanya ada tinggal menghindangkan di meja makan,” tutur warga lainnya.

Bagaiamana tertarik untuk belanja di Pasar Krempyeng Suruji ?. Syaratnya jangan sampai diatas jam 11.00, karena pada jam itu biasanya sudah mulai bubar pasarnya. Jika ingin mendapatkan banyak pilihan, datang saja lebih pagi.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher :
Sumber : Lumajang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top