Pertemuan DPRD Kabupaten Jombang dengan DPRD Kota Mojokerto dan DPRD Kabupaten Magelang di ruang rapat Banggar DPRD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Pertemuan DPRD Kabupaten Jombang dengan DPRD Kota Mojokerto dan DPRD Kabupaten Magelang di ruang rapat Banggar DPRD Jombang. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang berbagi pengalaman tentang strategi pengembangan wilayah dalam hal pengelolaan anggaran daerah. Pengalaman tersebut diberikan kepada anggota DPRD Kota Mojokerto dan DPRD Kabupaten Magelang.

Kunjungan kerja dua instansi legislatif dari Kota Mojokerto dan Kabupaten Magelang, pada Selasa (12/3) siang diterima langsung oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Jombang. Yakni Imam Hanafi, H. Machin, dan Bambang Budi Juwono. Pertemuan yang digelar di ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) ini berlangsung selama satu jam.

Menurut Imam Hanafi, rombongan tamu DPRD Magelang, melakukan kunker ke Jombang guna mempelajari strategi pengembangan wilayah di Jombang. "Daerah mana di Kabupaten Jombang yang dijadikan wilayah industri, untuk yang pertanian, untuk yang perumahan, memang saat ini yang sedang kami lakukan di DPRD," ujar Hanafi saat diwawancarai seusai melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Kota Mojokerto dan DPRD Kabupaten Magelang.

Tidak hanya itu. Pengalaman soal pengelolaan anggaran daerah juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Jombang kepada kedua instansi legislatif yang melakukan kunker di DPRD Kabupaten Jombang. Hal tersebut disampaikam oleh salah satu anggota DPRD Jombang H Machin. 

Menurut Machin, DPRD Kota Mojokerto dan DPRD Kabupaten Jombang tertarik ingin mempelajari pola strategi Kabupaten Jombang dalam mengelola anggaran sehingga kerap mendapat penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) dari pemerintah pusat. "Mereka (DPRD Mojokerto Kota,red) sempat menanyakan apa resepnya memperoleh WTP," ujarnya.

Sementara, Muchin juga menyampaikan dalam pertemuan tersebut bahwa Pemkab Jombang telah melakukan persiapan e-planning dan e-buggedting, yang mempermudah monitoring penggunaan anggaran maupun laporan kinerja aparatur.

"Karena memang kami menyiapkannya itu jauh hari sebelumnya, bahkan satu tahun sebelumnya, melalui e-planning maupun e-budgeting. Sehingga pelaporan untuk kinerja aparatur itu bisa dicek dengan mudah. Alhamdulillah di Jombang ini antara eksekutif sama legislatif kan selalu ada saling kontrol," pungkas Machin.

 

Tag's Berita Jombang berita jombang

End of content

No more pages to load