Tol Malang-Pandaan Capai 85 Persen, Temuan Situs Sejarah Munculkan Opsi Perubahan Trase Jalan

Garis polisi yang dipasang di sekitar struktur bangunan tua yang diduga situs sejarah di kawasan pembangunan Tol Malang-Pandaan. (Foto: PT JPM for MalangTIMES)
Garis polisi yang dipasang di sekitar struktur bangunan tua yang diduga situs sejarah di kawasan pembangunan Tol Malang-Pandaan. (Foto: PT JPM for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Pengerjaan proyek Tol Malang-Pandaan (Mapan) masih belum tuntas. Terlebih adanya temuan struktur bangunan tua yang diduga situs sejarah membuat PT Jasamarga Pandaan Malang (JPM) memunculkan opsi untuk mengubah trase jalan. 

Meski demikian, pilihan itu masih dikoordinasikan dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) setempat. 

Direktur Utama PT JPM Agus Purnomo menyampaikan per 17 Februari 2019, pembebasan lahan Jalan Tol Pandaan-Malang telah mencapai 99,45 persen. 

Sementara itu, pekerjaan fisik jalan tol sepanjang 38,488 kilometer tersebut telah mencapai 85,21 persen. 

"Kami pastikan pembangunan Tol Pandaan-Malang secara keseluruhan tidak terganggu dan penyelesaian pembangunannya masih sesuai target, yakni triwulan I tahun 2019," ujar Agus Purnomo. 

Pihak PT JPM sendiri, lanjut Agus, langsung menindaklanjuti temuan struktur bangunan tua pada proyek pembangunan jalan tol tersebut. 

Dia mengaku, pihaknya menerima laporan adanya penemuan tersebut pada Rabu (06/03/2019) lalu. 

Setelah menerima laporan itu, PT JPM segera menerjunkan tim untuk meninjau ke lokasi temuan yang berada di Desa Sekarpuro, Kelurahan Madyopuro, Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

"Tepatnya, lokasi temuan berada di titik STA 37+700. Tapi, lokasinya tidak berada di main road (jalur utama) tol, melainkan di area Right of Way (ROW) atau sekitar 15 meter dari main road," jelasnya.

Agus meneruskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah temuan tersebut termasuk situs purbakala. 

Tetapi, menurutnya, pihaknya menemukan adanya tumpukan atau tatanan bata merah di dalam tanah kurang-lebih 1 meter dari permukaan tanah. 

"Oleh sebab itu, kami berkoordinasi dengan BPCB setempat untuk memastikannya," ujar Apung, sapaan akrabnya.

Selain itu, lanjut Agus, pihaknya juga meneruskan laporan tersebut ke BPJT untuk menetapkan langkah lebih lanjut. 

"Apakah nantinya harus mengubah trase atau tindakan lainnya, kami masih menunggu laporan resmi dari BPCB dan kajian dari BPJT," ungkapnya.

Apung menambahkan, saat ini proyek pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang, utamanya di km 37+700, dihentikan sementara sampai waktu yang belum bisa ditentukan terkait adanya temuan tersebut. 

"Dengan adanya tumpukan batu merah tersebut, pekerjaan di lokasi tersebut kami hentikan sementara," urainya. 

"Pada lokasi temuan tersebut, sudah diamankan dengan garis polisi. Di samping itu, di lokasi tersebut sedang ada pekerjaan galian tanah untuk badan jalan main road," tambahnya.

Namun, Apung menekankan, hanya titik di sekitar STA 37+700 yang pengerjaannya dihentikan sementara.

Dia menekankan bahwa proses penyelesaian proyek di titik-titik lainnya tetap berjalan. Karena titik temuan juga bukan di main road. 

Seperti diketahui, Jalan Tol Pandaan-Malang akan terbagi atas lima seksi, yakni Seksi 1 (Pandaan-Purwodadi), Seksi 2 (Purwodadi-Lawang), Seksi 3 (Lawang-Pakis 1), Seksi 4 (Pakis 1-Pakis 2), dan Pakis 2-Malang (Seksi 5).

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top