Anis tersangka penjambretan beserta barang bukti saat diamankan polisi, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Anis tersangka penjambretan beserta barang bukti saat diamankan polisi, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



Setelah sempat riwa-riwi “memangsa” wanita, Anis warga Jalan Kebalen Wetan Gang Cepiring Kota Lama, akhirnya bisa diringkus Tim Buser Polres Malang. 

Dengan kondisi terpincang-pincang, lantaran kedua kakinya dilumpuhkan dengan timah panas.

Pelaku hanya bisa pasrah saat digelandang ke ruang penyidikan, Rabu (13/3/2019).

“Saat diamankan petugas, tersangka berusaha melawan hingga akhirnya kami terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung.

Dari informasi yang dihimpun MalangTIMES, kasus ini terungkap setelah sebelumnya Sasanti (korban) warga Kecamatan Sumberpucung, membuat laporan ke Polres Malang. 

Berdasarkan kesaksiannya korban mengaku jika pihaknya baru saja menjadi korban penjambretan. 

Tepatnya saat melintas di kawasan Jalan Raya Jalibar Kecamatan Kepanjen pada 17 Februari lalu.

Diperoleh keterangan, sekitar pukul 20.45 WIB korban yang ketika itu mengendarai sepeda motor sendirian. 

Tiba-tiba dipepet oleh orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja. 

“Disaat bersamaan tersangka langsung merampas tas milik korban, yang berisi handphone dan beberapa barang berharga lainnya,” sambung Ujung.

Perwira polisi dengan pangkat dua melati di bahu ini menambahkan, akibat insiden penjambretan, korban sempat terjatuh dan mengalami luka-luka. 

Warga yang saat itu mengetahui insiden tersebut, seketika melarikan korban ke rumah sakit Wava Husada.

Mendapat laporan, beberapa personel kepolisian dikerahkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. 

Hasilnya, petugas saat itu mendapat informasi jika handphone milik korban dibawa oleh Zaenal Arifin (43) warga Desa/Kecamatan Kalipare.

Tanpa memunggu lama, polisi langsung mengamankan seorang karyawan Koperasi yang ada di kawasan Kelurahan Dinoyo Kota Malang tersebut. 

“Tersangka (Zaenal) ini kami amankan lantaran terbukti sebagai penadah hasil curian,” imbuh anggota polisi nomor satu di Kabupaten Malang ini.

Berawal dari sinilah, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil meringkus pelaku utamanya (Anis). 

Pria 36 tahun ini, diamankan polisi saat berada di tempat kosnya yang berlokasi di kawasan Pasar Gadang.

Berdasarkan proses penyidikan, Anis mengaku jika pihaknya sudah melancarkan aksi penjambretan sebanyak sembilan kali. 

Biasanya, tersangka beraksi dikawasan Kecamatan Kepanjen dan Pakisaji. 

Modusnya, pelaku berkeliling dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja miliknya. 

Saat menemukan sasaran, Anis kemudian membuntuti dari belakang. 

Ketika sepi, pihaknya langsung memepet korban dan merampas tas yang dibawa oleh semua korbannya.

“Dari sembilan aksi penjambretan, rata-rata korbannya adalah wanita. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan. Ancamannya sembilan tahun kurungan penjara,” ujar Ujung.

 

End of content

No more pages to load