Setahun 2.109 Wanita Malang Menjanda, Pemkot Malang Gelar Pembinaan Keluarga Sakinah

ilustrasi
ilustrasi

JATIMTIMES, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berupaya menekan angka perceraian di wilayah tersebut dengan menggelar Fasilitasi Pembinaan Keluarga Sakinah. Pasalnya, selama 2018 lalu, sebanyak 2.109 perkara perceraian yang diselesaikan Pengadilan Agama Kota Malang. Terbanyak, akibat faktor perselisihan antara suami dan istri. 

Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengungkapkan bahwa fasilitasi untuk mewujudkan keluarga sakinah ini sangat penting. "Karena kegiatan semacam ini menjadi pondasi dan dasar untuk memberikan edukasi pada calon-calon pengantin atau yang sedang mempersiapkan untuk menikah," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, hari ini (14/3/2019) di Hotel Pelangi, Kota Malang.

Dari 2.109 kasus perceraian yang terjadi, paling banyak disebabkan faktor perselisihan terus-menerus dengan total 1.218 perkara. Sementara faktor lain yang berpengaruh yakni akibat pasangan meninggalkan sepihak sebanyak 401 kasus dan juga faktor ekonomi sebanyak 394 perkara. "Kegiatan ini bukan semata-mata karena angka perceraian tinggi, tapi lebih pada pencegahan dan upaya menekan agar tidak tinggi," ujarnya. 

Edi menjelaskan, kegiatan fasilitasi tersebut sebenarnya sudah rutin dilakukan oleh Pemkot Malang. Hanya saja, intensitasnya masih kurang karena hanya digelar sekali dalam satu tahun. "Sudah dari dulu dilakukan pemerintah, ini sekali setahun. Kuantitasnya mungkin akan ditambah supaya lebih banyak masyarakat yang tersentuh," tuturnya.

Dia menjelaskan, tujuan utama kegiatan fasilitasi tersebut agar para pasangan muda yang akan menikah bisa membentuk keluarga sakinah dan berkarakter. "Kami punya cita-cita mewujudkan Kota Malang Bermartabat, di sisi lain tuntutan Smart City sudah tidak bisa dihindarkan dan ini keniscayaan. Pondasinya adalah keluarga," terangnya.

"Kalau keluarganya sudah smart, sudah bagus, bisa meningkat pada kampungnya. Maka ke depan bisa mewujudkan kota smart. Berangkat dari hal kecil itu, hari ini fungsinya itu," tambah Bung Edi, sapaan akrabnya. Dalam mengedukasi masyarakat soal keluarga sakinah, lanjutnya, pihak Pemkot Malang juga menggandeng komunitas-komunitas hingga majelis taklim. 

Dia melihat, selama ini komunitas-komunitas non-government juga banyak yang bergerak terhadap isu keluarga. "Misalnya majelis taklim, pengajian dan komunitas-komunitas banyak sekali. Mari sama-sama melakukan kegiatan semacam ini untuk memberikan edukasi bagi calon pengantin untuk memasuki kehidupan berkeluarga dengan baik," pungkasnya. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top