Kenali Tentang Retribusi Uji Kir, Ini Tarif dan Prosesnya

Tutuk Handayani Kepala Unit Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Malang (Nana)
Tutuk Handayani Kepala Unit Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Malang (Nana)

JATIMTIMES, MALANG – Merasa kebingungan dengan proses maupun tarif uji kir kendaraan di Kabupaten Malang? Berikut informasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) melalui Unit Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor, bisa jadi referensi Anda. Baik itu untuk pelayanan uji kir yang ada di balai uji kir Talangagung, Kepanjen maupun yang terletak di Karanglo. 

Tutuk Handayani Kepala Unit Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Malang, mengatakan, bahwa informasi mengenai hal-hal terkait uji kir kendaraan menjadi penting diketahui masyarakat. "Ini menjadi penting agar masyarakat juga mengetahui mengenai proses maupun tarif retribusi uji kir kendaraannya. Hal ini sebagai bagian juga dalam memberikan informasi resmi dari kami. Kita tidak menutup mata, masih ada yang berpandangan negatif atas pelayanan kami," ucap Tutuk kepada MalangTIMES saat ditemui di balai uji kir Talangagung, Kepanjen, yang kini telah memiliki dua line.

Area uji kir kendaraan di Talangagung, Kepanjen (Nana)

Lantas seperti apakah proses pemilik kendaraan untuk mengujikan kendaraannya di dua balai uji kir yang dimiliki Dishub Kabupaten Malang. Ada lima tahap yang harus dilalui pemilik kendaraan, ucap Tutuk, yakni pertama melakukan pendaftaran di kantor. Dimana, di fase pendaftaran ini ditentukan kendaraan yang akan diuji kir-kan. "Setelah itu melakukan pembayaran retribusi yang disesuaikan dengan jumlah berat bruto (JBB) kendaraan tersebut," ujar Tutuk yang mengatakan juga untuk JBB 3.500 Kilogram (Kg) tarifnya adalah Rp 60 ribu.

Sedangkan JBB antara 3.500-7.000 sebesar Rp 70 ribu, JBB 7.000-14 ribu nilai retribusinya sebesar Rp 90 ribu. "Untuk yang JBB di atas 14 ribu tarifnya adalah Rp 130 ribu," urainya.

Untuk pembayaran tarif retribusi uji kir, sampai diberlakukannya program Bantu (Bayar Non Tunai Uji Kir), pemilik kendaraan masih membayar ke petugas Dishub Kabupaten Malang. Saat Bantu sudah berjalan, maka pemilik kendaraan membayar retribusinya kepada petugas bank yang bekerjasama dan stand-by di kantor uji kir Dishub Kabupaten Malang.

Tahap ketiga, setelah pembayaran selesai, pemilik kendaraan akan menerima tanda bukti pembayaran dan dilakukan pra uji. Pemeriksaan pra uji selesai, maka dilakukan pengujian dengan memakai alat yang kini sudah terkomputerisasi. Dalam pengujian tersebut ada 11 item yang akan dicek, baik secara manual maupun komputerisasi. Oleh para petugas penguji tingkat lima yang memiliki kewenangan melakukan pengujian kir kendaraan. "Petugas penguji tingkat lima inilah yang akan memberikan hasil uji kendaraan. Baik lulus maupun tidaknya kendaraan tersebut untuk kelayakan jalannya," ujar Tutuk.

Perempuan berhijab ini melanjutkan, bila di dalam uji kir tidak lulus dari 11 item yang dicek dan uji. "Maka pemilik kendaraan wajib untuk melengkapi yang tidak lolosnya. Kita kasih waktu 2x24 jam agar pemilik tidak lagi perlu membayar retribusi. Kalau di atas itu, maka wajib membayar lagi sesuai tarif retribusi yang berlaku," pungkasnya.

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top