Wali Kota Malang, Sutiaji (foto: Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).

Wali Kota Malang, Sutiaji (foto: Pipit Anggraeni/ MalangTIMES).



Wali Kota Malang, Sutiaji ajak warga Kota Malang untuk menggunakan hak pilihnya alias tak menjadi bagian dari golongan putih (Golput) dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019. Dia pun mengimbau agar masyarakat di Kota Pendidikan ini tak apatis untuk menentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan.

"Jika dalam Pilwali sebelumnya partisipasi masyarakat untuk datang ke TPS 66 persen, kalau bisa Pemilu tahun ini lebih banyak dari itu," kata pria berkacamata itu belum lama ini.

Sutiaji menjelaskan, ajang lima tahunan itu semestinya dimanfaatkan dengan baik oleh para pemegang hak suara. Bahkan sudah ada aturan yang jelas, jika setiap warga Indonesia memiliki hak secara regulasi untuk memilih.

Dia pun menyarankan agar warganya jeli dalam memilih calon pemimpin. Mulai dari tingkat calon DPRD Kota Malang, DPRD Provinsi Jawa Timur, DPD, DPR RI, hingga calon Presiden dan Wakil Presiden. Karena di antara calon-calon tersebut tentu ada sosok yang dapat diberi amanat untuk memimpin.

"Tapi sayangnya masih banyak di antara kita yang apatis terhadap politik, dan ogah ogahan untuk datang ke TPS," imbuh suami Widayati Sutiaji itu.

Sehingga dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019. Kesadaran masyarakat untuk memilih sangat penting dalam hal ini.

Karena Sutiaji menilai, kebijakan yang akan ditentukan dalam lima tahun ke depan tergantung pada setiap sosok yang telah terpilih. Jika hanya golongan tertentu saja yang memilih untuk memenangkan golongannya sendiri, menurutnya bukan tidak mungkin aspirasi masyarakat tak tersampaikan dengan benar.

"Dan memang sistem demokrasi kita harus dibenahi. Karena tak jarang masih ada transaksi politik. Namun meski begitu, sistem demokrasi yang ada sekarang harus digunakan," tutup pria yang akrab disapa Pak Aji itu. 

End of content

No more pages to load