Keren! Risma Pakai Docmart, Netizen: Bu Risma adalah Seorang Skinhead

Wali Kota Surabaya Risma dan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (Foto: Twitter/@MoazzamTMalik)
Wali Kota Surabaya Risma dan Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik (Foto: Twitter/@MoazzamTMalik)

JATIMTIMES, MALANG – Siapa sangka kalau sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang terkenal sebagai wanita yang tegas dan pekerja keras itu juga memiliki sense of style yang juga menggambarkan kepribadiannya? Dalam salah satu foto bersama dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik, ia terlihat memakai sepatu Docmart.

Risma mengenakan sepatu leather boots tersebut saat berkunjung ke kedutaan Inggris. Saat itu ia mengenakan atasan kebaya berwarna nude purple dan bawahan kain batik klasik.

Risma tampak edgy dengan keberaniannya memadukan pakaian tradisional dikombinasikan dengan sepatu british klasik. Kesan keren terhadap gaya Risma juga disampaikan oleh Moazzam Malik dalam unggahannya di Twitter.

"Saya kira sepatu Dr Martens dipakai Ibu Risma jauh lebih keren dari pada sepatu Dr Martens saya. Bagaimana pendapat Anda?" tulisnya.

Postingan ini langsung viral di Twitter. Banyak yang menyatakan bahwa gaya Risma keren. Bahkan ada yang menyatakan bahwa Risma sebenarnya adalah seorang skinhead.

Untuk diketahui, skinhead adalah suatu sub-budaya yang lahir di London, Inggris pada akhir tahun 1960-an. Sekarang Skinhead sudah menyebar ke seluruh belahan bumi. Fashion para Skinhead identik dengan para pengikut budaya ini yang rambutnya dipangkas botak dan mengenakan sepatu Docmart.

Sepatu Docmart dibuat oleh seorang dokter yang berkebangsaan Jerman bernama Dr Klaus Martens. Sejarah Dr. Martens sendiri dimulai pada masa Perang Dunia II berlangsung. Saat cuti pada tahun 1945, ia cedera pergelangan kakinya saat bermain ski di Pegunungan Alpen Bavaria.

Dia menemukan bahwa sepatu bot militer standarnya terlalu tidak nyaman pada kakinya yang terluka. Sambil memulihkan diri, dia merancang perbaikan pada sepatu bot, dengan lapisan kulit dan bantalan udara yang empuk.

Setelah perang berakhir, dengan bekal pengalaman ini, sang dokter mencoba menjual ide inovasinya. Ia mulai menjalankan sebuah perusahaan sepatu rumahan skala kecil di Jerman dengan bantuan seorang teman lamanya sewaktu kuliah. Seiring berkembangnya waktu sepatu ini pun akhirnya dibeli oleh perusahaan Inggris.

Nama perusahaan tersebut ialah Griggs Group. Perusahaan ini membeli lisensi sepatu untuk dipasarkan di Inggris /UK sekitar tahun 1960-an. Perusahaan ini melakukan sedikit perbaikan dalam desainnya, membuat ciri khas berupa jahitan sol sepatu dengan benang warna kuning, dan melabeli sol dengan nama trade mark ‘Airwair’, lalu mulai memproduksi sepatu boot ini.

Di sinilah titik penting dalam sejarah sepatu sang dokter: Boot klasik Docmart-1490 untuk pertama kalinya menginjak pasar London. Dari sinilah awal sejarah sepatu ini dimulai sebelum menguasai dunia atau yang sering di kenal Dr.martens invasion.

Boot yang diproduksi berwarna merah cherry yg desainnya nyaman dan praktis ini ternyata disukai oleh kalangan working class atau kelas pekerja yang pada saat itu didominasi oleh skinhead. Dapat diartikan juga bahwa kalangan skinhead lah yang pertama kali menggunakan sepatu Dr. Martens.

Para Skinhead memiliki kreativitas yang membekas hingga kini yaitu menyemir boot merah Docmart dengan semir warna hitam sampai warnanya jadi merah gelap dan mengkilap, sehingga merubah warna merah tersebut berubah menjadi warna merah marun.

Lalu pada tahun 1970-an sepatu Dr.martens makin populer dan terkenal disebabkan karena banyak musisi Punk Rock, Ska, Psychobillies, Goths, Industrialis, hardcore, straight-edge, Glam, bahkan New Wave memakai sepatu Dr. Martens.

 

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top