Disambut Hangat Warga Langon Blitar, Ir Budi Yuwono : KKBPK Kunci Mencegah Stunting

Anggota Komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono saat memberikan sambutan sosialisasi KKBPK di Desa Langon (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Anggota Komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono saat memberikan sambutan sosialisasi KKBPK di Desa Langon (Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Program Keluarga Berencana (KB) sukses dijalankan oleh pemerintah. Namun demikian pemerintah tidak henti-hentinya memasyarakatkan program KB agar manfaatnya dirasakan generasi masa depan. Pentingnya program KB ini direspon oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ir Budi Yuwono.

Bekerjasama dengan BKKBN, legislatif dari PDIP menggelar sosialisasi, advokasi, dan KIE program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Mitra Kerja di Desa Langon, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Sabtu (16/3/2019).

Masyarakat yang hadir sangat antusias dengan adanya acara ini. Acara dimulai dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KB. Sementara pemateri menghadirkan langsung dari Dinas PPKBP3A Pemkab Blitar dan BKKBN Provinsi Jatim.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PPKBP3A Pemkab Blitar, Wahid Rosyidi, mengatakan program KKBPK ini merupakan pengembangan dari program KB yang menuai sukses secara nasional. Selain mengendalikan penduduk dan pemberdayaan keluarga, program KKBPK juga bertujuan mencegah stunting (kekurangan gizi pada anak).

“Sosialiasi KKBPK ini menjadi miniatur agenda BKKBN, Komisi IX DPR RI dan Pemda selaku mitra kerja. Program tersebut juga upaya untuk memastikan masyarakat Indonesia melaksanakan konsep hidup sehat dan sejahtera. Harapannya bencana kekurangan gizi seperti stunting ini bisa dicegah. Stunting itu bukan karena masalah miskin dan kaya, masalahnya adalah salah asuh, gizi ibu hamil tidak terpenuhi,” ungkap Wahid Rosyidi.

Ditegaskanya, Pemkab Blitar bersama BKKBN memiliki tugas untuk memberikan penyuluhan bagi orangtua dan anggota keluarga lainnya untuk mengasuh dan membina tumbuh kembang balita. Pihaknya mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui Program KKBPK yang dapat dilakukan di setiap desa khususnya Kampung KB.

Melalui KKBPK, dirinya menekankan budaya keluarga harus diisi dengan berbagai pengetahuan. Pemahaman orang tua terhadap kesehatan, khususnya ibu, menjadi penting dalam memenuhi kebutuhan gizi saat hamil, memberikan ASI eksklusif hingga memilih pola konsumsi yang sehat untuk keluarganya.

“Usia nikah juga jadi faktor penyebab stunting, jangan menikah dini. Sebab apa?, organ reproduksi itu akan matang setelah usia 20 tahun. Menikah dini itu resikonya banyak. Mental yang belum cakap akan berdampak perceraian. Tidak ada kesiapan dan minimnya pengetahuan juga akan jadi penyebab kematian bayi karena kurang gizi,” tegasnya.

Sementara itu dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Ir Budi Yuwono, menegaskan bahwa masa depan anak harus dipersiapkan sejak dini. Hal ini penting untuk mencegah stunting dan perkawinan anak.

“KB era sekarang beda dengan KB jaman dulu, KB sekarang titik beratnya ada di pembangunan keluarga. Saya sangat sepakat dengan program KKBPK, karena ini penting sekali untuk pembangunan generasi masa depan kita, generasi millenial. Saya senada dengan Pak Wahid, stunting harus dicegah, kuncinya ada di program KKBPK. Ayo bersama kita sukseskan program KKBPK,” tegas wakil rakyat dari PDIP.

Lebih lanjut Ir Budi berharap kepada masyarakat dan Kepala Desa Langon yang hadir kali ini untuk terus menyosialisasikan program KKBPK ini kepada warga lain di Desa Langon. Agar program KKBPK benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat umum.

“Pesan saya kepada Pak Kades, sampaikan materi sosialisasi ini kepada masyarakat di setiap kesempatan. Ini upaya kita bersama untuk menciptakan generasi millenial sebagai generasi emas yang tangguh, kompeten dan siap kerja di era persaingan global,” tandasnya.

Sekretaris BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, dalam paparannya menegaskan dalam menyukseskan program KKBPK dibutuhkan peran serta masyarakat dan seluruh stakeholder. KKBPK merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatan kualitas hidup masyarakat terutama di daerah pinggiran dan terpencil.

“KKBPK bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, terbinanya peserta KB aktif, mengaplikasikan 8 fungsi keluarga, dan koordinasi lintas sektor. Karena penting sekali, kami di Komisi IX sangat mendukung program ini dan membawanya ke daerah untuk menciptakan masyarakat yang berkualitas,” jelasnya.

Lebih dalam dia menyampaikan, suksesnya program KKBPK bukan hanya tugas BKKBN, Komisi IX da Dinas intansi terkait saja, oleh karena itu seluruh elemen masyarakat dan stakeholder harus bersama-sama menyukseskan program ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarkat. Terutama masyarakat yang berada di daerah-daerah pinggiran, perbatasan, terpencil dan wilayah nelayan.

“Dua anak cukup tapi tetap harus ada perencanaan. Harapan saya kedepan masyarakat khususnya generasi millenial bisa menjadi duta-duta KB di masa datang,” ungkapnya.

Sosialisasi dimeriahkan dengan kesenian tradisional tari-tarian serta ditutup dengan doorprize, mulai dari handphone, kipas angin, setrika, televisi dan sepeda. Di kesempatan ini Ir Budi Yuwono juga memberikan sound system kepada Pemerintah Desa Langon.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Blitar TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top