Segera Hadir Buku Gastronomi Legendaris Malang

Sate Komoh Khas warung Lama Haji Ridwan salah satu kuliner legendaris di Kota Malang (Luqmanul Hakim/Malang Times)
Sate Komoh Khas warung Lama Haji Ridwan salah satu kuliner legendaris di Kota Malang (Luqmanul Hakim/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Disbudpar Kota Malang segera terbitkan buku 105 Gastronomi Legendary Kota Malang di bulan April 2019. Buku yang dikerjakan sejak bulan Februari lalu tersebut, nantinya akan menjadi literasri lokal yang saat ini masih minim. Hal tersebut seperti dikatakan Agung H. Buana kepada MalangTimes.com, bahwa saat ini literasi lokal Malang masih sangat minim. Dengan dibuatnya buku tersebut nantinya  akan menambah literasi lokal di Malang.

“Buku ini nantinya bisa menjadi tambahan untuk literasi lokal, karena literasi lokal malang itu sangat minim,” jelas Agung, Kasi Promosi Pariwisata Disbudpar Kota Malang.

Buku yang dibuat untuk kado ulang tahun Kota Malang yang ke-105 tersebut merupakan buku yang dibuat oleh tim penulis yang beranggotakan 30 orang. Buku yang berisi tentang 105 kuliner legendaris tersebut, dikatakan Agung akan terbut di bulan April ini dan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas bahwa Malang memiliki keaneka ragaman gastronomi.

Kemudian, Agung juga mengatakan bahwa proses pembuatan buku tersebut sudah sekitar 80 persen. Sebab, setelah semua data terkumpul, dikatakannya masih harus melalui proses editing terlebih dahulu dan setelah selesai editing kemudian akan langsung dicetak. Namun, ia mengatakan untuk soft copy dari buku tersebut akan segera dilaunchingkan. “Untuk soft copy, bulan april ini segera dilaunchingkan” ujarnya

Sementara itu, Dini Rachmawati salah satu penulis buku tersebut mengaku senang ketika dirinya diajak dalam tim penulis buku 105 Gastronomi Legendary Malang tersebut. Ia mengatakan bahwa ia mendapat jatah untuk menggarap 4 macam kuliner di Malang. Saat penggarapan 4 macam kuliner tersebut, ia mengaku bahwa sebelumnya ia masih belum mengetahui beberapa tempat dan kuliner dari warung itu.

“Sebelumnya saya tidak tahu warung itu, tapi setelah saya ikut tim ini saya jadi tahu, dan ternyata rasa masakannya enak,” papar Dini kepada MalangTimes.com

Ia berharap nantinya buku tersebut akan membuat warga masyarakat lebih mengenal keaneka ragaman kuliner yang ada di Malang, terutama kuliner legendaris dan juga sejarahnya.

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top