TLC Berikan Pengetahuan tentang Perpajakan Melalui Festifal Pajak

Direktur Perpajakan Internasional Dirjen Pajak RI dan ketua IAI Kompartemen Pajak John Liberty Hutagol saat memberikan materi terkait perpajakan (Luqmanul Hakim/Malang Times)
Direktur Perpajakan Internasional Dirjen Pajak RI dan ketua IAI Kompartemen Pajak John Liberty Hutagol saat memberikan materi terkait perpajakan (Luqmanul Hakim/Malang Times)

JATIMTIMES, MALANG – Lomba Call For Paper yang diselenggarakan oleh Tax Lover Community (TLC) di dua gedung milik UM pada Minggu (14/4/2019) cukup banyak diminati masyarakat. Tercatat ada sebanyak 300 peserta dari seluruh Indonesia turut serta mengikuti kegiatan Festival Pajak yang tergabung dalam 10 team. Di antara para peserta itu, 30 peserta dari Jawa dan Bali. 

Kegiatan seminar tersebut digelar dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan tentang tantangan dan peluang bagi para pelaku E-Commerce terkait dengan pemberlakukan pajak untuk mereka. Sedangkan kegiatan Call For Paper digelar untuk meningkatkan kemampuan atau kontribusi dari mahasiswa terkait dengan bidang perpajakan. 

"Kegiatan ini digelar untuk menguak seperti apa tantangan dan peluang untuk E-Commerce sendiri terkait dengan pajak. Dan Call For Paper bertujuan untuk tingkatkan kemampuan mahasiswa di bidang perpajakan," ujar Nur Anita Yunikawati ketua pelaksana.

Adanya kegiatan tersebut dikatakan Nur Anita dimaksudkan agar para peserta yang merupakan calon penerus bangsa mampu mengajak semua warga untuk tertib pajak. 

Dalam kegiatan seminar tersebut para peserta diberikan materi berupa pengetahuan tentang seputar pajak oleh John Liberty Hutagol Direktur Perpajakan Internasional Dirjen Pajak RI dan ketua IAI Kompartemen Pajak. Saat diberikan materi oleh John, terlihat para peserta memperhatikan dengan hikmat. 

John dalam pemaparannya ingin mengedukasi mengenai perlakuan perpajakan terhadap E-Commerce dan juga memberikan perkembangan terkini terkait E-Commerce. "Saat ini perkembangan E-Commerce sudah sangat luar biasa, karena saat ini sudah menjadi trending dan branding untuk bisnis zaman sekarang dan ke depan," jelas John. 

Ia berharap dari kegiatan tersebut nantinya akan ada regulator untuk para E-Commerce. Sehingga nantinya tidak akan ada ketidak adilan antara E-Commerce dengan para pebisnis konvensional. Regulator tersebut dikatakannya dari pihak pemerintah. "Regulasinya dari pemerintah, misalnya dari BI, Kementrian Perdagangan, Jendral pajak, dan semuanya pihak yang terkait," jelasnya. 

Sementara itu, Puji Handayati selaku Wakil Dekan 2 UM mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting. Sebab, kegiatan tersebut dikatakannya bertujuan untuk meningkatkan wawasan perpajakan yang ada dengan berbagai perkembangannya. Di kegiatan seminar yang ketiga tersebut, ia berharap nantinya akan ditingkatkan ke arah level yang lebih tinggi lagi. "Saya berharap seminar ini nantinya ditingkatkan ke level lebih tinggi lagi, seperti regional, atau mungkin di internasional," ujar Puji. 

Kemudian, Wakil Dekan 3 UM Hadi Sumarsono mengatakan untuk output dari kegiatan tersebut nantinya para peserta akan mampu menangkap isu yang berkembang di dunia perpajakan. "Nantinya para peserta itu diharapkan akan lebih mampu menangkap isu perpajakan yang berkembang," pungkasnya. 

 

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top