Dimiskinkan, Separuh Kekayaaan Wali Kota Setiyono untuk Bayar Pengganti Kerugian Negara Rp 2,2 M

Wali Kota Setiyono
Wali Kota Setiyono

JATIMTIMES, PASURUAN – Wali Kota Pasuruan nonaktif, Setiyono terancam dimiskinkan negara. Separuh kekayaannya yang selama ini ditumpuk hingga mencapai Rp 4,62 miliar, wajib disetorkan negara sebesar Rp 2,26 miliar.

Selain bakal dimiskinkan, Setiyono juga dituntut hukuman pidana penjara selama 6 tahun dan membayar denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan penjara. Mantan Ketua Partai Golkar Kota Pasuruan ini juga terancam dicabut hak politiknya paling lama 5 tahun kedepan.

Tuntutan pidana disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin 15 April.

Setiyono selama menjabat Wali Kota Pasuruan, dituduh melakukan ploting pelelangan proyek pemerintah pada tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018. Dari rekayasa proyek tersebut ia didakwa menerima suap gratifikasi sebanyak Rp2,96 miliar.

Berdasarkan data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di laman https://acch.kpk.go.id/aplikasi-lhkpn/, harta kekayaan Setiyono mencapai Rp 4,62 miliar. Kekayaan dicatatkan pada 29 Juli 2015 ketika Setiyono mencalonkan sebagai Wali Kota Pasuruan periode 2015-2020.

Setiyono memiliki harta tak bergerak dalam bentuk tanah dan bangunan sejumlah tujuh bidang tanah yang berlokasi di Kota Pasuruan dan Kota Malang senilai lebih Rp 3,6 miliar. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya diantaranya mobil Toyota Innova dan sepeda motor Honda dengan nilai Rp 267 juta, logam mulia dan rekening giro senilai Rp 730 juta.

Pewarta : Arisandi Pasuruantimes
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Pasuruan TIMES
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top