Pacu Kelahiran dan Penguatan BUMDesa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Terus Lakukan Pendampingan

Kolase kegiatan penguatan pengurus BUMDesa oleh DPMD Kabupaten Malang (DPMD Kabupaten Malang)
Kolase kegiatan penguatan pengurus BUMDesa oleh DPMD Kabupaten Malang (DPMD Kabupaten Malang)

JATIMTIMES, MALANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) telah menjadi bagian dalam mengubah wajah perekonomian di tingkat desa. Melalui adanya BUMDesa, perputaran ekonomi masyarakat bisa terdongkrak dengan potensi di dalam warga itu sendiri.
Satu sisi, pemerintahan desa (Pemdes) pun mampu lebih berdaya dengan adanya BUMDesa. Tidak hanya bertumpu pada anggaran transfer saja, pemdes bisa melakukan berbagai pembangunan melalui hasil usaha BUMDesa.
Kondisi tersebut telah dirasakan oleh masyarakat dan Pemdes di Kabupaten Malang yang telah memiliki BUMDesa. Serta dikelola dengan manajemen profesional, seperti di Desa Pujon Kidul.
Sayangnya, potensi mendongkrak perekonomian desa melalui BUMDesa itu belum begitu masif dilakukan. Dengan jumlah desa se-Kabupaten Malang 367, sampai saat ini BUMDesa yang sudah berdiri baru mencapai 236 unit. 
Total kuantitas BUMDesa tersebut secara kualitas sebagai unit usaha untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat desa, juga belum merata. Sehingga kondisi inilah yang membuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang, terus mendorongnya.
"Secara kuantitas masih terus harus didorong. Sehingga satu desa memiliki satu BUMDesa. Saat ini walau sudah terbilang banyak, tapi masih ada sekitar 131 desa yang masih belum memiliki BUMDesa," kata Suwadji Kepala DPMD Kabupaten Malang, Rabu (24/04/2019).
Total BUMDesa yang telah berdiri pun, masih menurut Suwadji, terbagi menjadi dua sistem kepemilikan. Yakni, yang benar-benar milik desa dengan jumlah 207 unit. Sedangkan sisanya merupakan BUMDesa bersama atau yang dikelola oleh beberapa desa.
"Karenanya, kita terus mengimbau pemdes untuk bisa mendirikan BUMDesa sebagai bagian dalam mewujudkan perekonomian masyarakat desa menuju arah yang sejahtera," ujar mantan Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Malang.
Disinggung kualitas BUMDesa yang telah berdiri dan telah melakukan aktivitasnya, Suwadji  membaginya menjadi tiga kategori. Yakni BUMDesa mandiri, berkembang dan rintisan.
"Jadi total itu memang belum semua masuk kategori mandiri, seperti beberapa BUMDesa yang namanya telah menasional," ucapnya.
Hal ini pula yang membuat DPMD Kabupaten Malang tak berhenti hanya mendorong pemdes dalam peningkatan jumlah unit BUMDesa. Tapi juga melakukan berbagai pendampingan dalam menguatkan BUMDesa yang telah ada. Baik pembinaan, pelatihan sampai bantuan keuangan yang telah bertahun lalu dilaksanakan.
"Kita setiap tahun melakukan hal itu. Di pembinaan misalnya kita kuatkan pengurus BUMDesa dalam bidang peningkatan bisnis, administrasi, manajemen dan unit usaha," pungkas Suwadji. 

Pewarta : Dede Nana
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]jatimtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]jatimtimes.com | marketing[at]jatimtimes.com
Top