Proses evakuasi potongan kaki manusia di bahu jalan tol Kertosono-Nganjuk. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Proses evakuasi potongan kaki manusia di bahu jalan tol Kertosono-Nganjuk. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)


Pewarta

Adi Rosul

Editor

Heryanto


Penemuan potongan kaki manusia di ruas tol Kertosono-Nganjuk, polisi menduga temuan tersebut merupakan bekas kecelakaan lalu lintas.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, potongan kaki manusia yang telah membusuk itu merupakan potongan kaki kanan bagian paha hingga telapak kaki.

Saat ini, potongan kaki itu telah dibawa ke RSUD Jombang guna kepentingan penyelidikan.

"Kondisi potongan kaki sudah membusuk," ujar Azi saat diwawancarai wartawan, Senin (17/6) siang.

Meski saat ini potongan kaki sudah dibawa ke RSUD Jombang, namum pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah potongan kaki itu merupakan korban mutilasi atau bukan.

Pihak polisi kini telah menghubungi Rumah Sakit Bhayangkara Kediri guna memastikan temuan potongan kaki manusia tersebut. 

"Belum, belum bisa dipastikan apakah ini mutilasi atau bukan," tandasnya.

Sementara, polisi menduga potongan kaki manusia yang ditemukan di KM 670+200 tol Kertosono-Nganjuk, tepatnya di Dusun Kedung Gabus, Desa Bandarkedungmulyo, merupakan korban kecelakaan yang terjadi di KM 674 tol Kertosono-Nganjuk.

"Pernah ada kejadian nabrak orang gila. Nah infonya memang tidak ada kakinya. Kejadian itu dua minggu yang lalu," terang Kasat Reskrim.

Untuk saat ini, informasi adanya laka di KM 674 tol Kertosono-Nganjuk sedang dikoordinasikan dengan pihak Satlantas Polres Jombang.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih mendalami adanya laka yang terjadi di KM 674 tol Kertosono-Nganjuk.

"Masih didalami mas ada kaitannya atau tidak," pungkas Inggal.

Diberitakan sebelumnya, potongan kaki kanan manusia itu pertama kali ditemukan petugas pemotong rumput Tol Kertosono-Nganjuk sekitar pukul 10.00 WIB. Potongan kaki ini dalam kondisi tertetuk.(*)


End of content

No more pages to load