calon jamaah haji (Antara)
calon jamaah haji (Antara)

Mengalami peningkatan jumlah dibanding tahun sebelumnya, pada 2019 ini Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang memberangkatkan 1.326 calon jamaah haji (CJH). Terbagi menjadi tiga kloter, rencananya keberangkatan pertama akan dilaksanakan pada 11 Juli mendatang.

Humas Kantor Kemenag Kota Malang M Burhanuddin mengungkapkan bahwa keberangkatan CJH dari wilayah tersebut akan dibagi menjadi dua gelombang. "Dari Malang calon jamaah haji itu ada 1.326 orang yang akan diberangkatkan dalam 3 kloter. Kloter 15 sebanyak 445 orang nanti akan berangkat 11 Juli atau gelombang pertama, lalu sisanya di Kloter 16-17 di tanggal 12 Juli," sebutnya. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, CJH akan diberangkatkan dari Lapangan KiAngMor, Rampal, Kota Malang. "Dari sisi jumlah ada peningkatan sedikit dibanding tahun lalu, tapi setiap tahun untuk Kota Malang memang tidak kurang atau tidak lebih dari 3 kloter. Tahun kemarin kan ada sekitar 1.100-an jamaah," urainya.

Saat ini, lanjut Burhan, para CJH Kota Malang masih mengikuti program-program pemantapan manasik yang akan berlangsung hingga 23 Juni mendatang. "Pemantapan itu 8 kali, 7 kali sesi teori dan praktik 1 kali. Jamaah terbagi per kecamatan pakai sistem zona. Pelatihannya di dua tempat, di Hotel Regent dan Hotel Olino," ujarnya. 

Burhan menguraikan sejumlah persiapan yang harus dilakukan para CJH. "Yang disiapkan jamaah yang utamanya adalah bekal untuk ibadah hajinya. Kami mantapkan agar nanti ada kemandirian jamaah sehingga di sana dapat melaksanakan ibadah dengan maksimal," terangnya. 

"Keberangkatan sudah hampir 100 persen persiapannya. Soal teknis keberangkatan dan barang bawaan dan lain-lain juga sudah sering disampaikan, termasuk imigrasi," tambahnya. Akan ada jeda waktu sekitar 3 minggu usai program pemantapan hingga keberangkatan.
Pihak Kemenag juga menyarankan jamaah untuk banyak istirahat sebelum berangkat. 

"Karena ibadah haji ini kan membutuhkan kondisi fisik prima. Di Arab Saudi maupun Madinah kan dari cuaca berbeda dengan di sini. Kalau berangkat kan biasanya ada selamatan dan lain-lain kami imbau malah agar tidak terlalu banyak kegiatan yang menguras tenaga," pungkasnya.