Proses pembuatan di laboratorium. (Foto: Istimewa)

Proses pembuatan di laboratorium. (Foto: Istimewa)



Bagi sebagian besar kaum hawa, penuaan dini merupakan momok yang menakutkan. Seiring bertambahnya usia, penuaan pun tidak dapat dielakkan.

Untuk itu, berbagai cara dilakukan demi mencegah ataupun menyamarkan tanda penuaan pada wajah. Mulai dari membeli produk skin care anti-aging hingga perawatan kecantikan yang lain.

Nah, bagi Anda yang lebih memilih produk alami, gel anti-aging semangka bisa jadi pilihan. Baru-baru ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan formula berupa gel anti-kusam dari kulit semangka (Citrullus Lanatus).

Adhea Fajarina Nugraheni bersama Vika Amelia Safitri dan Kiki Vergianti Ayuningtyas adalah penemunya. Adhea selaku koordinator kelompok mengungkapkan, seiring bertambahnya usia, kulit akan ikut menua. Salah satu solusi yang mungkin dilakukan yakni dengan melakukan tindakan pencegahan maupun memperlambat proses aging yang dinilai mengkhawatirkan.

"Salah satu cara dalam melakukan tindakan anti-aging adalah dengan menggunakan kosmetik dari bahan tanaman yang banyak mengandung senyawa likopen dan antosianin yang berfungsi peremajaan terhadap kulit," ujar Adhea.

Selain terdapat senyawa likopen,  penggunaan kulit semangka dinilai mampu menutup pori-pori yang terbuka pada wajah dan menangkap radikal bebas yang disebabkan paparan sinar matahari dan polusi. "Kedua manfaat itu merupakan salah satu faktor pemicu terjadinya penuaan dini," ucapnya.

“Biasanya semangka hanya dimanfaatkan dagingnya saja. Sementara bagian kulitnya dibuang. Sehingga kami juga memanfaatkan limbah kulit tersebut sebagai bahan aktif kosmetika yang dapat mengatasi limbah dan meningkatkan nilai jual,” jelasnya lebih lanjut.

Menurut sang pembimbing Siti Rofida SSi MFarm Apt, penelitian tiga mahasiswa program studi farmasi ini dilakukan dalam jangka waktu lima bulan dengan tahapan persiapan bahan uji ekstrasi kulit buah, pembuatan gel anti-kusam, pengujian mutu fisik, dan pengujian aktivitas antioksidan gel.

“Kami berharap setelah adanya penelitian ini, hasilnya dapat dipublikasikan dalam seminar nasional dan memiliki potensi untuk didaftrarkan hak paten. Selain itu, dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk membuat penelitian lainnya,” ungkap Siti.

Untuk diketahui, temuan yang didaftarkan Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) ini lolos pendanaan dari Kemenristekdikti sebesar Rp 12.500.000.

 


End of content

No more pages to load