Petugas yang tengah melakukan pengaspalan dan pelebaran jalan. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Petugas yang tengah melakukan pengaspalan dan pelebaran jalan. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



Dalam mengerjakan proyek-proyek pengaspalan atau pelebaran jalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang selalu berupaya untuk menjaga keasrian lingkungan.

Hal tersebut dilakukan DPUPR Kota Malang dengan sebisa-bisanya menghindari adanya penebangan pohon-pohon kota yang berada di pinggir ruas jalan yang sedang dilakukan pengaspalan ataupun pelebaran.

"Sebisa mungkin kami menghindari penebangan pohon-pohon kota. Soalnya,  pohon itu kan aset pemkot yang tentunya dilindungi," beber Slamet Santosa, kepala seksi (kasi) pengembangan jaringan jalan dan jembatan bidang bina marga DPUPR Kota Malang.

Menurut dia, meskipun ditemui beberapa pohon yang memang sedikit maju karena terkena pelebaran jalan,  tentunya hal itu tidak membuat DPUPR  serta merta mengajukan permintaan untuk pemotongan pohon. "Jika seperti itu, maka kami  akali atau sesuaikan dengan akar pohon markanya. Jadi, markanya kami belokkan sesuai dengan akar pohonnya yang maju," ucap Slamet.

Namun, Slamet sendiri  tidak memungkiri bahwa terpaksa mengajukan permohonan pemotongan pohon di beberapa ruas jalan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang. Seperti di Jalan WR Supratman. Di sana terdapat saluran terbuka yang dibsampingnya terdapat beberapa pohon. Karena terkena pelebaran, akhirnya terpaksa direncanakan ada pemotongan tiga  pohon.

Selain itu, di Jalan Zaenal Zakse, juga terkena adanya pelebaran jalan. Sehingga dengan terpaksa juga dilakukan adanya penebangan dua pohon.

"Jalan di WR Supratman nanti ada saluran yang terbuka. Nanti akan kami ganti konstruksi sehingga jalan akan kami penuhkan. Termasuk di Jalan Bunga Cengkeh juga ada pemotongan dua pohon," ungkapnya.

Untuk melakukan penebangan sendiri, DPUPR juga mengakui telah mengirimkan surat permohonan ke Disperkim yang dilayangkan sekitar Senin (17/6/2019). Dari situ, pihaknya berharap agar segera ada jawaban menegnai pengajuan permohonan penebangan pohon. "Untuk proses administrasi, kami tetap tertib," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Disperkim Kota Malang Kuncahyani dikonfirmasi mengenai adanya surat permohonan untuk pengembangan pohon di beberapa ruas jalan kota, mengakui surat permohonan tersebut belum turun kepada dirinya.

Ia membenarkan, jika memang ada yang ingin melakukan penebangan pohon, baik itu instansi atau perorangan, wajib untuk mengirimkan surat terlebih dulu ke Disperkim Kota Malang "Betul karena pohon-pohon di jalur hijau mejadi kewenangan Disperkim,"pungkasnya. 


End of content

No more pages to load