Kepala Disperindag Kota Blitar, Ariyanto.(Foto : Team BlitarTIMES)

Kepala Disperindag Kota Blitar, Ariyanto.(Foto : Team BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Pedagang Pasar Legi yang terdampak kebakaran pada 2016 lalu tampaknya harus bisa lebih bersabar lagi dalam menunggu kejelasan dimulainya pembangunan. 

Pasalnya, hingga memasuki setengah tahun ini, rencana proyek pembangunan Pasar Legi masih dalam tahap lelang. 

Ini sudah tiga tahun masyarakat maupun pedagang menunggu pembangunannya.

Sebelumnya,  pemenang lelang sudah ditentukan, tapi hasil itu tidak disetujui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar karena suatu hal. 

Kepala Disperindag Kota Blitar Arianto pun angkat bicara terkait masalah lelang tersebut.

Dia mengatakan, kini tahapan lelang sedang berproses. Tim pokja (Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kota Blitar) sedang bekerja. 

Arianto juga mengakui bahwa sebelumnya sudah ditetapkan pemenang lelangnya.

Namun, kata dia, antara pokja dan pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak sependapat. 

“Setelah itu diserahkan lagi ke PA (pengguna anggaran). Saya suruh untuk evaluasi ulang,” ujarnya.

Dia mengaku, pihaknya tidak sependapat dengan hasil pemenang lelang karena masalah waktu pengerjaan proyek. 

Menurut dinas, rekanan yang memenangkan lelang itu dianggap tidak sanggup menyelesaikan waktu pengerjaan yang sudah ditentukan, yakni selama 180 hari. 

“Sesuai mekanisme, seharusnya jika memang sanggup atau tidak, harus ada surat pernyataannya dari rekanan. Ini tidak ada surat pernyataan berarti dianggap tidak sanggup. Jika dia sanggup melaksanakan dalam waktu itu (180 hari), maka bisa lanjut. Kalau selebihnya tidak bisa,” ungkapnya.

Pihaknya kini sedang menunggu hasil evaluasi dari pokja. 

Selama evaluasi itu dinas juga tidak mengintervensi kerja dari tim pokja. 

Sedangkan dari dinas atau PA hanya menyarankan evaluasi ulang. Sebab, itu sudah kewenangan dari pokja untuk mengevaluasi.(*)


End of content

No more pages to load