Ilustrasi jambret dan gendam (naqsdna.com dan fajar.co.id)

Ilustrasi jambret dan gendam (naqsdna.com dan fajar.co.id)



Masyarakat, khususnya kaum perempuan Kota Malang, saat ini harus lebih waspada lagi. 

Sebab, beberapa hari belakangan terjadi aksi gendam dengan modus teriak baut lepas dan juga kasus penjambretan.

Seperi yang baru-baru ini terjadi dikawasan Kedungkandang, tepatnya di Jalan Mayjend Sungkono (15/6/2019).

Seorang perempuan yang sedang melintas di kawasan tersebut, diterikai oleh pelaku gendam jika baut motor miliknya akan lepas.

Mendengar itu, korban lantas berhenti dan mencoba mengecek baut yang dikatakan akan lepas. 

Namun saat korban berhenti, kemudian dihampiri pelaku yang langsung melancarkan aksinya.

Entah bagaimana, korban kemudian menyerahkan HP dan uang milikinya kepada pelaku. 

Setelah pelaku pergi, korban kemudian  didatangi lagi seorang pria yang meminta kunci motornya, namun saat itu, korban tak mau menyerahkannya dan berangsur sadar.

Kemudian pada tanggal 16 Juni 2019, terjadi kejadian penjambretan yang menimpa seorang wanita bernama Nanik. 

Korban dijambret di kawasan Jalan Sentani Raya, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Saat itu, korban dipepet dua orang pria yang berboncengan satu sepeda di depan Indomaret yang ada di kawasan tersebut. 

Saat pelaku mendekat, korban terkaget, saat tiba-tiba pelaku menarik kalung yang dipakai korban dan langsung kabur.

"Kalung dan liontin saya habis dijambret. Lokasinya dekat Indomaret Jalan Sentani Raya. Aku dipepet langsung ditarik kalungku. Yang jambret pakai motor CBR helm hijau, memakai jaket kulit hitam," ungkapnya dalam postingan di akun medsosnya bernama Nanik Kevin.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menjelaskan kaum hawa harus lebih ekstra hati-hati ketika berada di luar rumah.

Sebab, memang seringkali, aksi penjambretan menyasar kaum wanita.

"Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Apalagi kalau dikasih sesuatu. Dan jangan sekali-sekali memberikan data pribadi kita baik status, keluarga, anak, suami dan identitas lainnya. Kalau diteriaki seperti kasus baut lepas, sebisa mungkin jika memang berhenti, berhentilah di tempat ramai," jelasnya. (19/6/2019).

Selain itu, ia juga mengimbau, agar jika keluar rumah, tidaklah memperlihatkan barang-barang berharga secara mencolok yang bisa memancing pelaku kejahatan.

"Jangan sembarangan membawa barang-barang berharga, terutama tas, dompet atau HP. Biasanya kalau naik motor ibu-ibu membawa tas dislempang di belakang. Dan ini menarik perhatian orang yang akan melakukan kejahatan. Sebaiknya tas ditaruh di depan agar tidak mudah terlihat," bebernya.


End of content

No more pages to load