Suasana pelepasan jamaah haji asal Jember di Gedung Balai Serbaguna Kaliwates, Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)
Suasana pelepasan jamaah haji asal Jember di Gedung Balai Serbaguna Kaliwates, Jember. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

Sebanyak 1.984 jamaah haji asal Jember, Selasa (16/7/2019) berkumpul di Gedung Balai Serbaguna Kaliwates Jember. Kegiatan yang dikemas dengan doa bersama ini sekaligus pelepasan secara simbolis yang dilakukan oleh Bupati Jember dr Hj Faida MMR.

Dalam kesempatan tersebut, bupati mengingatkan kepada jamaah haji agar tetap menjaga nama baik dan juga tidak terpisahkan oleh kloter-kloter. Dia pun meminta jamaah asal Jember saling  membantu. Terlebih saat ini cuaca di Arab Saudi mencapai 43 derajat celcius.

“Untuk jamaah haji asal Jember, jangan sampai tidak membantu jamaah lain karena beda kloter. Harus saling gotong-royong dan menjaga kesehatan dengan memanfaatkan waktu luang untuk istirahat. Apalagi cuaca di Arab Saudi saat ini sangat panas. Hentikan bermedsos selama menjalankan ibadah haji. Daripada buat upload-upload foto di FB, lebih baik dibuat istirahat,” pesan bupati.

Jamaah haji asal Jember sendiri terbagi menjadi 5 kloter. Mereka terdiri dari kloter 43 sampai 47. Dari jumlah itu, 4 kloter murni berisi warga Jember semua. Sedangkan 1 kloter, yakni kloter 47, diisi oleh jamaah dari berbagai kabupaten di sekitar Jember.

Sementara, Kasi Penyelenggara Haji Kemenag Kabupaten Jember Muhammad Tholib kepada sejumlah wartawan mengatakan, jamaah haji asal Jember seluruhnya mencapai 2.039 jamaah. Namun beberapa di antaranya mengalami kendala pemberangkatan sehingga saat ini yang tersisa 1.984 jamaah.

“Ada beberapa jamaah yang menunda pemberangkatannya. Di antaranya 9 orang meninggal. Ada yang mencalonkan kades dan ada yang belum siap berangkat tahun ini. Totalnya mencapai sekitar 53 orang yang tidak bisa berangkat tahun ini,” ujar Tholib.

Sedangkan dari data yang diterima media ini, jamaah haji termuda asal Jember berusia 18 tahun 2 bulan asal Ajung dan yang tertua usia 98 tahun asal Kalisat.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyerahkan mikrofon untuk membantu kelancaran ketua kloter selama membimbing jamaah haji asal Jember.