Wishnu Daru Fajar memberikan materi dalam rapat Tim Pengawasan Orang Asing.
Wishnu Daru Fajar memberikan materi dalam rapat Tim Pengawasan Orang Asing.

Iklim investasi yang terbuka membuat lalu lintas orang asing semakin tinggi. Sehingga tidak menutup kemungkinan orang asing yang berada di Indonesia melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan peraturan. Untuk itu, perlu pengawasan bersama yang melibatkan seluruh elemen mulai dari Imigrasi, Disnaker, dan aparat keamanan.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Kemenkum HAM Jawa Timur Wisnu Daru Fajar menyatakan, untuk melakukan pengawasan orang asing,  sudah dibentuk Tim Pengawasan Orang Asing hingga ke tingkat kecamatan. “Untuk wilayah Jember, dari tahun 2017, kita sudah dipeintahkan untuk membentuk tim pengawasan orang asing hingga ke level kecamatan,” jelasnya usai rapat Tim Pengawasan Orang Asing di Banyuwangi, Selasa (30/7/19).

Tim ini, menurut Wishnu, terdiri dari unsur SKPD, bhabinkamtibmas, babinsa, dan camat. Salah satu fungsi dari tim ini sebagai wadah untuk saling bertukar informasi, saling berkolaborasi saling bersinergi semua elemenuntuk mengawasi kegiatan orang asing yang tidak kita kehendaki selama berada di Indonesia.

Dia menambahkan, di Jawa Timur sampai bulan Juni ada sekitar 300 orang asing yang sudah dilakukan tindakan administrasi keimigrasian. Jenis pelanggarannya bermacam-macam. Akibat pelanggaran yang dilakukan orang asing melakukan pelanggaran ada yang langsung dipulangkan.

Pelanggaran yang dilakukan seperti pelangaran karena tidak patuh terhadap izin tinggal yang diberikan atau istilahnya biasa disebut overstay, melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perizinan yang diberikan kepada dia. “Ada juga yang mantan warga binaan pemasyarakatan yang sudah selesai menjalani hukuman di Indonesia kemudian kita pulangkan,” jelasnya.