Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti


Editor

A Yahya


Penyakit diare masih menjadi penyakit yang banyak diderita masyarakat. Beberapa golongan masyarakat sangat rentan terjangkit penyakit tersebut. Termasuk para santri di pondok pesantren (ponpes).

Terkait hal tersebut, Pemkab Blitar melalui Dinas Kesehatan gencar mengampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sampai pesantren sebagai bentuk pencegahan. Sebab berdasatkan data, mulai Januari sampai September 2019 tercatat 386 kasus diare di Kabupaten Blitar.

“Mengantisipasi kasus diare terus meningkat, Dinas Kesehatan melakukan tindakan preventif diantaranya mengundang seluruh pengurus Pondok Pesantren untuk diberikan pembinaan,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Blitar, Krisna Yekti.

Dikatakannya, semua Pondok Pesantren di Kabupaten Blitar diberikan pembinaan agar lebih menjaga kebersihan lingkungan Ponpes. Serta kehigienisan makanan yang diberikan kepada santri dan santriwati pondok lebih terjaga.

“Pembinaan kepada Pondok Pesantren dilakukan karena rawan terjadi kasus diare massal seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di salah satu Pondok di Nglegok,” tukasnya.(*)

 


End of content

No more pages to load