Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.  (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Permasalahan HIV/AIDS di Kota Malang masih dianggap krusial. Saat ini saja, catatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, angka penemuan pengidap HIV/AIDS akumulatif dari tahun 2005 hingga Juli 2019 mencapai lebih dari 3.000 penderita.

Tahun 2019 sendiri, telah ada 333 pengidap HIV/AIDS dari 8.300 yang melakukan pemeriksaan. Angka ini menjadikan Kota Malang berada di posisi kedua setelah Surabaya yang memiliki pasien HIV/AIDS  terbanyak se-Jawa Timur.

Upaya untuk mengurangi angka pengidap penyakit ini juga masih gencar dilakukan oleh Dinkes Kota Malang. Bahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan bebas HIV pada 2045 mendatang.

"Jumlah ini tentu masih krusial sehingga Pemkot Malang melalui Dinkes Kota Malang memiliki program. Bagaimana supaya tahun 2045 Malang bebas HIV. Artinya tidak ada lagi penderita HIV baru," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif.

Program tersebut dinamakan 3T zero. Yaitu Tidak ada lagi infeksi baru HIV, Tidak ada lagi kematian lagi akibat HIV,  serta Tidak ada lagi diskriminasi dan stigma negatif bagi penderita HIV.

Upaya untuk mewujudkan itu telah dilakukan. Mulai dari sosialisasi hingga pemberian obat HIV/AIDS, yakni antiretroviral (ARV). Saat ini yang cukup menjadi kendala adalah faktor lingkungan. Masih banyak stigma negatif dari masyarakat yang menjadikan pengidap HIV/AIDS takut untuk menjalani pengobatan.

"Faktor lingkungan ini memang yang hingga kini masih jadi momok bagi mereka. Banyak yang berbicara kalau minum obat tambah sakit, lalu nanti kalau ketahuan, dikucilkan dan lain-lain. Akhirnya itu malah membuat mereka putus pengobatan," ucap Husnul.

Dinkes juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini. Selain itu, melakukan check-up kesehatan rutin. Sebab, penyakit HIV diakibatkan sebuah virus yang sifatnya tidak mematikan.

"Pencegahan datangnya penyakit HIV ini bisa dilakukan sejak dini. Sembari rutin melakukan cek kesehatan, juga harus memperhatikan saat berhubungan seks. Kalau sudah menikah, harus selalu setia dengan pasangan. Yang belum menikah untuk tidak melakukan seks bebas," pungkas Husnul.


End of content

No more pages to load