Sekdin Tenaga Kerja Kabupaten Malang Eko Darmawan (kiri) beserta pegawai setelah melakukan uji tes urin oleh BNN (nana)

Sekdin Tenaga Kerja Kabupaten Malang Eko Darmawan (kiri) beserta pegawai setelah melakukan uji tes urin oleh BNN (nana)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Ada yang lain di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang. Aktivitas puluhan pegawai Disnaker tiba-tiba harus terhenti dikarenakan datangnya para petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang ke kantor yang dikomandani oleh Yoyok Wardoyo ini. 

Para petugas BNN tersebut pun langsung melaksanakan tugasnya dalam memastikan puluhan pegawai Disnaker Kabupaten Malang. Yakni, terkait penggunaan narkoba, baik ganja, morphin, ekstasi, benzodiazepim, tembakau gorila atau kokain dan sabu-sabu.
Puluhan pegawai Disnaker pun diperiksa oleh para petugas BNN melalui gelar tes urine.

Yoyok Wardoyo Kepala Disnaker Kabupaten Malang, melalui Sekretaris Dinas (Sekdin) Eko Darmawan, membenarkan bahwa puluhan pegawainya dicek urinenya untuk memastikan ada tidaknya kandungan narkoba di dalam tubuhnya. "Ini merupakan kegiatan lanjutan dari sosialiasi yang digelar oleh Disnaker yang bersinergi dengan BNN Kabupaten Malang. Jadi bukan yang lain-lain ya," ucap Eko sambil tertawa kepada MALANGTIMES, Selasa (01/10/2019).

Pemeriksaan tes urine, lanjut Eko, rutin dilakukan dalam upaya memastikan para pegawai Disnaker Kabupaten Malang bebas dari narkoba. Karena itu dalam tes urine yang dilakukan oleh BNN dipergunakan enam parameter, yaitu bebas ganja, morphin, ekstasi, benzodiazepim, tembakau gorila atau kokain dan sabu-sabu. "Kita ingin memastikan semua pegawai bersih dari narkoba. Ini komitmen kami dalam ikut serta memberikan contoh kepada masyarakat terkait narkoba," tegas Eko. 

Hasilnya, puluhan pegawai Disnaker Kabupaten Malang dinyatakan negatif dari enam parameter yang diuji dari tes urine mereka. 
"Alhamdulillah dari hasil uji urine, seluruhnya bebas dari barang haram yang jadi musuh kita bersama ini. Ini semakin memantapkan kami untuk tidak hanya mencegah narkoba saja, tapi bisa berperan aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba," ujar Eko. 

Di waktu yang sama, Agus Priyono Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Malang, memberikan apresiasinya kepada Disnaker dalam ikut serta melakukan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba. "Untuk mencegah narkoba, perlu dilakukan dari dalam terlebih dulu. Disnaker telah memulainya untuk memastikan tidak ada pegawai yang mengkonsumsi narkoba. Setelah itu bisa dilakukan proses aktif dalam pencegahan narkoba di lingkup masing-masing pegawai," ujar Agus.

Dalam kesepatan itu, Agus juga meyatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa OPD di Kabupaten Malang. "Alhamdulillah, dari berbagai tes urine, semuanya negatif. Ini merupakan salah satu bentuk dukungan konkrit bagi BNN dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Selain juga mendukung Inpres (Instruksi Presiden) nomor 6 tahun 2018," pungkas Agus. 


End of content

No more pages to load