Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka (foto : Joko Pramono/jatim Times)

Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka (foto : Joko Pramono/jatim Times)



TULUNGAGUNGTIMES - Dinas Kesehatan Tulungagng memantau kesehatan ibu hamil. 

Tak hanay kondisi si ibu, namun juga kesehatan bayi yang dikandungnya. 

Pemantauan dilakukan dengan memeriksa kondisi kesehatan ibu dan potensi penyakit yang mungkin ditularkan pada bayi yang dikandungnya.

Sejak januari hingga September kemarin, dari pemeriksaan yang dilakuakn ditemukan 3 ibu hamil yang menderita infeksi menular seksual (IMS), “sifilis”.

“Data kita ada 3 orang ibu hamil yang sudah kita temukan positif sifilis, langsung kita lakukan pengobatan,” ujar Kasi P2P Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka saat ditemui di runag kerjanya beberapa waktu lalu.

Penyakit yang bisa menyerang laki laki dan perempuan ini disebabkan oleh bakteri Spiroset Triponema yang menular saat berhubungan seksual, Didik menyebut Sifilis menyerang alat vital penderitanya termasuk ibu hamil.

Parahnya jika tidak segera ditangani, bisa berimbas pada kesehatan bayi yang bisa menderita cacat hingga meninggal dunia.

“Resikonya bayi bisa cacat sampai meninggal dunia,” jelasnya.

Didik menjelaskan, gejala awal penyakit ini adalah rasa sakit pada bagian alat vital, ketika sudah parah maka akan terbentuk luka disekitar alat vital, jika tidak segera ditangani bisa berakibat fatal dan membahayakan.

Namun penyakit yang satu ini bisa diobati dengan satu kali pengobatan yang tepat, artinya tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk proses pengobatannya.

“Awalnya sakit kemudian berubah menjadi luka borok dan bisa semakin membahayakan kalau dibiarkan,” terangnya.

Didik menjelaskan, Oleh sebab itu ketika ibu hamil melakukan pemeriksaan kesehatan, pihaknya secara sukarela memberikan penawaran kepada masing masing ibu hamil untuk memeriksakan kondisinya, jika ditemukan penyakit yang membahayakan maka akan bisa dilakukan tindakan dengan segera.

“Untuk tesnya bukan wajibnya tetapi kita wajib untuk memberitahukan dan menyampaikannya, jika berkenan untuk tes akan dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load