Tambang pasir Lumajang (Foto : Moch. R.  Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Tambang pasir Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan khususnya pasir untuk tahun 2019, hampir bisa dipastikan sulit untuk bisa terpenuhi.

Data yang kami peroleh dari Kantor Badan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Lumajang menyebutkan, sampai bulan oktober 2019 PAD dari tambang pasir di Lumajang baru mencapai Rp 7,3 Milyar atau sekitar 20 persen dari target.

"Target kita Rp 37 Milyar dan sampai sekarang capaian kita baru sampai Rp 7 Milyar lebih. Sepertinya agak sulit untuk mencapai target itu," kata  Plt Kepala BPRD Lumajang Hari Susiati kepada media ini.

Hari Susiati mengatakan, rendahnya angka PAD dari pasir ini disebabkan oleh prilaku pemilik usaha tambang yang masih enggan melunasi pajak dari tambang yang dihasilkan.

"Memang masih ada penambang nakal yang berusaha menghindari pembayaran pajak. Ini yang kedepan perlu dioptimalkan," kata Hari Susiati kemudian.

Sementara itu Wabup Lumajang Ir. Indah Amperawati melalui sambungan ponselnya mengatakan, memang diperlukan upaya lebih untuk mengoptimalkan pajak dari tambang pasir.

"Kita tahu ada penambang nakal memang, tapi mungkin ada sebab lain, makanya sekarang masih sedang kita usahakan agar lebih maksimal dalam memperoleh PAD dari sekktor ini," kata Wabup Lumajang via sambungan ponselnya, hari ini Kamis (10/10). 


End of content

No more pages to load