Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, saat Orasi Ilmiah di Dome UMM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, saat Orasi Ilmiah di Dome UMM. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Banyak hal di dalam hidup berubah karena adanya faktor teknologi dan inovasi yang didorong oleh ilmu pengetahuan. Saat ini, Indonesia sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Revolusi Industri yang pertama mengubah dari mekanik menjadi mesin. Revolusi Industri yang kedua mulai memproduksi mesin secara massal. Revolusi industri yang ketiga masuk otomatisasi. Sementara Revolusi Industri yang keempat sekarang ini adalah revolusi digital.

Dalam Revolusi Industri 4.0 ini, Artificial Intelligence dan Cloud Computing menjadi sesuatu yang sangat mendominasi.

"Otomatisasi, robot, Artificial Intelligence adalah yang sekarang dan yang akan datang makin mendominasi ekonomi dunia," ujar Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati SE MS PhD dalam Orasi Ilmiah di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (10/10/2019).

Oleh karena itu, industri dan jasa di Indonesia harus mulai beradaptasi dengan teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut. Sebab, negara-negara di Asia akan terkena exposure dengan digital economy tersebut.

"Vietnam, Kamboja, Indonesia, Filipina yang relatif punya penduduk besar, mereka akan sangat mudah dilibas oleh teknologi," ucapnya.

Jumlah pekerjaan yang bisa digantikan oleh robot, katanya, akan menjadi sangat banyak.

Dikatakan Sri Mulyani, menurut hitungan dari Asian Transformation, 70 persen pekerjaan di Vietnam sangat mudah digantikan oleh robot. Lantas bagaimana dengan Indonesia?

"Di Indonesia, 56 persen jenis pekerjaan akan sangat mudah diganti oleh robot," ungkapnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani bercerita bahwa Singapura sudah menyiapkan SDM untuk menghadapi perubahan teknologi ini sejak dini.

Ia bercerita kemarin sempat mendampingi Presiden Joko Widodo ke Singapura. Bersama Jokowi, ia sempat duduk di dengan para menteri Singapura. Salah satunya adalah menteri di bidang pemuda.

"Dia (Menteri Bidang Pemuda Singapura) mengatakan bahwa sekarang kurikulum di Singapura diisi sambil terus menanamkan di dalam pikiran anak-anak dari mulai anak PAUD sampai TK bahwa they have to prepare for this technological change," kisahnya.

"Kalau tidak mereka yang akan dipaksa diubah oleh teknologi," imbuhnya.

Untuk itu, kepada para mahasiswa Sri Mulyani berpesan agar tidak hanya sekadar belajar di kelas saja.

"Kalian juga harus memiliki wawasan. Kira-kira jenis kecil seperti apa yang dibutuhkan di dalam lapangan kerja yang akan datang," tukasnya.
 

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load