universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar memfasilitasi peternak menuju mandiri di bidang pakan ternak. Kegiatan pendampingan ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan di sektor management pakan. Ketidakstabilan harga pakan dan harga panen ayam pedaging kerap menjadi masalah bagi peternak.
Dalam mendorong kemandirian peternak di bidang pakan, UNU Blitar melalui Prodi Peternakan melaksanakan pengabdian dengan Skema program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS). Kegiatan ini menyasar kalangan peternak ayam pedaging di Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Pendampingan dengan melibatkan mahasiswa tersebut dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2019.
“Program pengabdian ini bertujuan untuk menstimulus peternak dalam mengembangkan usahanya dengan beberapa bimbingan yang dilakukan,” ungkap Dosen Prodi Peternakan UNU Blitar, Lestariningsih, S.Pt., M.P, selaku ketua Tim PKMS, Senin (14/10/2019)
Dikatakannya, program yang dilaksanakan adalah sosialisasi dan pendampingan managemen pakan ayam pedaging dengan pemanfaatan feed additive yang berasal dari herbal. Kegiatan pengabdian perlu dilakukan untuk membantu peternak mandiri dalam menstimulus untuk lebih mengembangkan usahanya.
“Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan juga melibatkan mahasiswa Prodi Peternakan Fakultas Ilmu Eksakta UNU Blitar. Hal ini dilakukan untuk melatih mahasiswa agar terbiasa dalam mengabdi kepada masyarakat dengan mengamalkan ilmu yang telah didapatkannya dibangku kuliah sesuai dengan visi Prodi Peternakan yang ingin menghasilkan lulusan yang berkarakter dibidang peternakan berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan dengan berpedoman kepada Ahlus sunnah Wal Jama’ah An Nahdliya,” paparnya.
Sementara itu Muhtarom, peternak pedaging di Desa Sawentar, mengucapkan terimakasih kepada Prodi Peternakan UNU Blitar yang menerjunkan mahasiswa dalam memberikan pendampingan management pakan ternak.
“Ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat. Semoga ini menjadi awal bagi kami peternak ayam pedaging menuju ketahanan pakan. Omset kami bisa meningkat dan tak lagi kesulitan masalah pakan ternak,” pungkasnya.(*)