Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono saat memberikan sambutan dalam acara mini workshop calon pengajar pelatihan dasar CPNS. (Nana)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono saat memberikan sambutan dalam acara mini workshop calon pengajar pelatihan dasar CPNS. (Nana)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono kembali mengawal proses terciptanya regenerasi aparatur pemerintahan yang berkualitas, berkarakter positif, dan berdedikasi kuat untuk menjadi pelayan dan pengabdi hebat masyarakat.

Regenerasi aparatur pemerintahan Kabupaten Malang menjadi penting ditengah banyaknya kekosongan jabatan dikarenakan masa pensiun. Tahun 2020 datang, bahkan berbagai kekosongan akan menghantui Pemkab Malang, khususnya di eselon II.

Hal inilah yang membuat Didik Budi bergerak cepat untuk mengatasi beberapa persoalan penting dalam upaya berjalannya roda pemerintahan. Salah satunya dengan memandu mini workshop calon pengajar pelatihan dasar calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Malang 2019.

Didik Budi menjelaskan, berjalannya roda pemerintahan secara baik tak bisa lepas dari adanya aparatur dengan kompetensi dan moral yang baik. "Tanpa itu, sepintar apa pun PNS tak akan bisa jadi bagian dalam melayani masyarakat. Karena itulah, kami dorong dan siapkan para CPNS yang memiliki kompetensi dan moral baik," kata mantan kepala Inspektorat Kabupaten Malang itu, Kamis (24/19/2019), kepada MalangTIMES.

Kebutuhan akan PNS yang berkualitas dan memiliki moral baik tak bisa ditunda-tunda serta harus terus dikawal dan dipandu dalam melahirkannya. Peran ini pula yang menurut Didik Budi berada pada pundak para pelatih CPNS pada nantinya.

Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono terus dorong lahirnya generasi baru aparatur pemerintahan yang berkualitas dan bernoral tinggi

Mini workshop menjadi ruang dalam menguatkan para pelatih CPNS sebelum mereka menjadi para pelayan dan pengabdi masyarakat di Kabupaten Malang. "Masyarakat semakin dewasa dan peduli pada kinerja pemerintahan. Hal ini tentunya perlu dijawab oleh seluruh aparatur yang ada. Tentunya jawaban itu harus didasarkan pada kebutuhan masyarakat saat ini. Aparatur yang berkualitas, berkarakter positif, dan berdedikasi kuat untuk menjadi pelayan dan pengabdi hebat masyarakat, tak bisa lagi ditunda-tunda," tegas Didik Budi.

Didik Budi pun menjelaskan, untuk menciptakan regenerasi aparatur itu, tentunya perlu diawali dari proses kualitas seleksi. Sehingga nantinya diperoleh CPNS yang bisa bekerja secara optimal dalam melayani masyarakat.

Setelah seleksi dilalui, lanjut Didik Budi, maka diperlukan juga pelatihan dasar yang merupakan kewajiban CPNS sebekum dirinya diangkat menjadi PNS. Pelatihan inilah yang perlu dikuatkan terus-menerus. Sebab, kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini juga berbeda dengan masa lalu.

"Materi, konsep sampai hal teknis berupa durasi pelaksanaan, metodologi dan kurikulum pun pastinya berbeda. Karena itu, dalam mini workshop inilah, perlu adanya gambaran bersama terkait itu," ujar Didik Budi.

Gambaran itu juga berlandaskan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang manajemen pegawai negeri sipil serta diturunkan juga dalam Peraturan Kepala Lembaga  Administrasi Negara (Perka-LAN) Nomor 12 tahun 2018 tentang pelatihan dasar CPNS. Proses pelatihan dasar saat ini harus kaya metode tak seperti tahun lalu.

"Harus kaya metode, baik in class, out class sampai program on dan off campus juga. Ini adalah kebutuhan kita saat ini terhadap aparatur pemerintahan," pungkas Didik Budi.