Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal saat menunjukkan linggis yang ditemukan di samping jasad Surono (foto : istimewa / JatimTIMES)
Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal saat menunjukkan linggis yang ditemukan di samping jasad Surono (foto : istimewa / JatimTIMES)

Hilangnya Surono (bukan Suyono seperti diberitakan sebelumnya) warga Dusun Juroju Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo yang dinyatakan hilang sejak Mei lalu, akhirnya menemui titik terang, tulang manusia yang ditemukan di bawah Musala identik dengan tulang Surono.

Hal ini selain hasil visum, juga adanya pakaian korban yang ditemukan di tempat ditimbunnya Surono. “Tulang yang ditemukan di bawah musala adalah korban Surono, sesuai dari visum yang dilakukan tim DVI Polda Jatim, selain itu adanya bukti luar, yakni sarung dan pakaian milik korban yang ditemukan bersama dengan jasad korban,” ujar Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal.

Selain pakaian dan sarung milik korban, di samping jasad Surono yang sudah menjadi tulang belulang, polisi juga menemukan linggis. “Ada linggis juga di samping tulang, belulang, kemungkinan linggis ini yang digunakan untuk membunuh korban, karena di bagian belakang kepala korban juga ditemukan luka akibat benda tumpul,” ujar Kapolres.

Sementara dari hasil pemeriksaan sementara, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya belum menetapkan tersangka, namun tiga orang diantaranya Busani (istri korban) Bahar (anak korban) dan J yang diisukan merupakan suami siri dari Busani saat ini menjalani pemeriksaan.

“Kami belum menetapkan tersangka, tapi saat ini kami sudah memeriksa saksi-saksi, ada 3 saksi yang kami mintai keterangan secara intensif, yakni istri dan anak korban, serta satu orang juga kami mintai keterangan,” ujar Kapolres.

Sumber di kepolisian menyebutkan, jika saat ini antara Bahar dan Busani saling menuduh terkait pembunuhan terhadap Surono. “Istrinya menuduh anaknya yang membunuh, dan anaknya menuduh ibunya yang membunuh,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hilangnya Surono sejak Mei lalu, tidak banyak warga maupun tetangganya yang tau, hal ini karena Surono selama ini bekerja merantau, hilangnya Surono baru diketahui setelah Bahar (27) anaknya yang bekerja di Bali pulang dan menanyakan keberadaan ayahnya.

Kemudian Bahar melaporkan hilangnya ayahnya ini ke ketua RT setempat dan dilanjutkan ke kepala desa dan Polsek, kemudian pihak Polres melakukan pembongkaran musala pribadi yang ada di rumah korban, setelah digali sedalam 4 meter, polisi menemukan tulang belulang manusia yang diyakini adalah jasad Surono. (*)