Kepala Disdukbud Jombang, Agus Purnomo menunjukkan seragam olah raga yang dikembalikan oleh sejumlah sekolah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Kepala Disdukbud Jombang, Agus Purnomo menunjukkan seragam olah raga yang dikembalikan oleh sejumlah sekolah. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Ratusan potong seragam olahraga pemberian Pemkab Jombang dikembalikan sejumlah sekolah karena kekecilan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mengaku tak memiliki dasar ukuran seragam.

Dari data yang dihimpun wartawan di lokasi penyimpanan seragam gratis di Tennis Indoor Jombang Jl Kusuma Bangsa, Kecamatan/Kabupaten Jombang, sedikitnya ada 8 sekolah yang sudah mengembalikan seragan olah raga gratis dari program unggulan Bupati Jombang itu.

Beberapa diantaranya yakni, SMPN 2 Ngoro mengembalikan 261 potong dari, SMPN 1 Plandaan kembalikan 119 potong, SMPN 2 Megaluh kembalikan 192 potong dan MTsN 1 Jombang kembalikan 208 potong.

Ratusan seragam olah raga ini dikembalikan ke Disdikbud Jombang karena ukuran baju tidak muat dengan para siswanya, atau kekecilan. Pengembalian baju ini disertai dengan berita acara pengembalian dari masing-masing lembaga sekolah.

Kepala Disdukbud Jombang Agus Purnomo membenarkan ada 8 sekolah yang mulai mengembalikan seragam olah raga ke gedung Tennis Indoor Jombang. Jumlahnya cukup bervariasi, ada yang puluhan dan ada yang ratusan.

"Target kami hari rabu (5/11) sudah dikembalikan ke sini semua, dan segera kita kirim ke penyedia. Ini jumlahnya masih kita hitung terus," terangnya saat ditemui di gedung Tennis Indoor Jombang, Selasa (5/11).

Diakui Agus, pihaknya kesulitan dalam menentukan ukuran seragam olah raga. Ia berdalih bahwa masing-masing siswa memiliki tinggi badan yang berbeda meskipun ukuran baju sama. "Memang susahnya kalau menggunakan ukuran ya gitu, ukurannya kan standar. Sedangkan anak itu kan tingginya berbeda, ada yang tinggi dan ada yang pendek," ujarnya.

Agus juga mengaku tidak memiliki dasar ukuran seragam yang menjadi patokan pengadaan seragam olah raga. Pihak Disdik hanya menampung permintaan ukuran seragam dari masing-masing sekolah.

"Ukuran itu dari sekolah. Tiap-tiap merek kan ukurannya berbeda, tiap penyedia juga berbeda ukuran," jelasnya.

Sementara, meski banyak kendala dari realisasi program unggulan Bupati Jombang ini, Disdukbud Jombang mengaku akan kembali menganggarkan untuk program seragam gratis itu. Tidak tanggung-tanggung, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 25 miliar.

"Untuk 2020 tetap masih dalam bentuk kain seragam," pungkasnya.(*)