Operasi  Zebra Semeru 2019,  Polres Kediri  mencatat 3.205 pelanggaran. (Foto: Bambang Setioko/JatimTIMES)
Operasi Zebra Semeru 2019, Polres Kediri mencatat 3.205 pelanggaran. (Foto: Bambang Setioko/JatimTIMES)

Polres Kediri terus melakukan razia untuk meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Dalam satu pekan Operasi Zebra Semeru 2019, Polres Kediri mencatat 3.205 pelanggaran. Petugaspun mengamankan ratusan kendaraan yang tidak sesuai standart sebagai barang bukti.

Dari data yang dihimpun Satlantas Polres Kediri, selama satu pekan sejak 26 Oktober hingga 5 November tercatat 3.205 pelanggaran. Angkat tersebut turun 7 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2018 tercatat 3.441 pelanggaran.

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal S.I.K mengungkapkan menurunnya angka pelanggaran dikarenakan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Sebagian masyarakat mulai menyadari akan pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dan menggunakan kelengkapan saat berkendara.

Meski demikian, angka pelanggaran tertinggi  dilakukan oleh karyawan swasta. Dari data yang tercatat sebanyak 2.455 karyawan swasta terkena tilang. Angkat tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat 1.650 karyawan swasta tertilang. Sementara pelanggar tertinggi kedua adalah pelajar yang tercatat 634 pelanggar.

"Pelanggaran di tingkat pelajar pada Operasi Zebra Semeru ini menurun 1.020 pelanggaran. Pada tahun 2018 tercatat 1.654 pelanggaran, sementara tahun ini tercatat 634 pelanggaran.

AKBP Roni menambahkan pelanggar masih didominasi oleh pengendara sepeda motor. Sementara untuk jenis pelanggaran yang tertinggi adalah tidak melengkapi surat-surat yang tercatat 1.231 pelanggar, tidak menggunakan helm yang tercatat 587, berkendara di bawah umur 457 pelanggaran dan melawan arus sebanyak 104 pelanggar.

Untuk menekan angka pelanggaran di tingkat pelajar Satlantas Polres Kediri terus melakukan upaya. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada para pelajar di sekolah-sekolah. Mereka diminta untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan melengkapi alat keselamatan saat berkendara.

"Anggota kita terus melakukan sosialisasi kepada pelajar akan keselamatan berlalu lintas. Kita juga menghimbau pelajar untuk menggunakan angkutan umum saat ke sekolah," ungkap AKBP Roni.