(Dari kiri) Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, pelaku curanmor,  Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya W saat rilis kasus.(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

(Dari kiri) Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH, pelaku curanmor, Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni, Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya W saat rilis kasus.(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



AKBP Dony Alexander SIK MH hanya empat bulan menjabat kapolres Malang Kota (Makota). Kapolres berjuluk "Polisi Super" karena sering mengungkap kasus narkoba besar itu masuk daftar gerbong mutasi.

Gerbong mutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolri 3019 dan 3020/XI/KEP/2019 tanggal 8 November 2019 akan mengantarkan AKBP Dony Alexander  menduduki jabatan baru di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Dony  bakal memegang tongkat komando Polres Pasuruan Kota.

Ketika dikonfirmasi perihal mutasi jabatan tersebut, Dony membenarkan  dirinya masuk dalam anggota yang dimutasi untuk bertugas di tempat yang baru. "Benar Bro. Izin kami pamit ya," katanya. "Next journey (perjalanan selanjutnya), Pasuruan Kota," imbuhnya.

Menurut Dony,  mutasi polisi adalah hal wajar. Namun di sini, mutasi dirinya karena memang akan ada kenaikan tipe polres. Sehingga dari AKBP, tongkat komando akan dipegang oleh perwira berpangkat kombes. "Wajar. Karena naik tipe kombes. Jadi, harus ganti untuk kenaikan tipe AKBP ke Kombes," jelasnya.

Pengganti AKBP Dony Alexander adalah AKBP Leonardus Harapantua Sinarmata Permata SSos SIK MH. Leonardus sebelumnya menjabat wakapolrestabes Surabaya.

 Leonardus sendiri bukanlah orang baru di Malang Raya. Sebab, pada 2016 hingga 2017, ia pernah menjabat sebagai kapolres Batu.

Dari kapolres Batu, Leonardus kemudian dimutasi menjadi kapolres Mojokerto hingga akhirnya menjadi wakapolrestabes Surabaya. Namun pada November 2019, namanya tercantum kembali ke bumi Arema menjadi kapolres Malang Kota.

Serah terima jabatan biasanya dilakukan oleh Polda Jatim 14 hari setelah keluarnya surat telegram mutasi jabatan di lingkungan Polda Jatim.

Sementara itu, mengenai kinerja AKBP Dony Alexander, meskipun belum genap empat bulan menjabat, telah terbukti banyak mengungkap sejumlah kasus. Di antaranya menangkap pelaku curanmor kelas kakap yang telah 40 kali lebih beraksi dan mengembalikan puluhan sepeda motor kepada pemiliknya, meredam aksi-aksi demo panas, menangkap pelaku-pelaku pengedar narkoba, menangkap bandit pembobol rumah.

Dony juga berhasil menangkap pelaku pencabulan, menangkap pelaku pemukulan terhadap siswa, hingga mengungkap kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian anak berumur tiga tahun.

 


End of content

No more pages to load