Rudy Puryono saat memberikan keterangan pers kepada awak media

Rudy Puryono saat memberikan keterangan pers kepada awak media



Gugatan yang dilakukan pengelola karaoke Maxi Brilian atas Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Tempat karaoke terbesar di Kota Blitar tersebut, berencana kembali beroperasional dalam waktu dekat. 

Kemenangan dramatis Maxi Brilian tersebut dibenarkan oleh Rudy Puryono selaku Kuasa Hukum Heru Sugeng Priyono selaku Owner Maxi Brilian. Menurut Rudy, putusan PTUN tersebut dibacakan oleh majelis hakim pada 5 November 2019 lalu. 

Ada dua ketetapan yang tercantum dalam amar putusan tersebut. Pertama, mengabulkan permohonan penundaan penggugat atas SK tergugat No 35 dan 36. Kedua, memerintahkan tergugat untuk menunda pelaksanaan SK No 35 dan 36.

“Maka dengan dikabulkannya seluruh gugatan kami tersebut, kami berhak membuka usaha kami kembali. Namun kami tidak tergesa-gesa, kami butuh waktu untuk mempersiapkan segala sesuatu, ditunggu saja tidak lama lagi,” ucap Rudy Puryono kepada awak media, Jumat (8/11/2019).

Rudy mengaku, dalam hal ini pihaknya juga perlu melihat reaksi beberapa pihak yang terkait bisnis karaoke Maxi Brilian. Pasalnya, pihaknya mengetahui melalui pemberitaan media bahwa Pemkot Blitar akan melakukan upaya banding atas putusan PTUN yang memenangkan pengelola Maxi Brilian.

“Kami tidak mempermasalahkan hal tersebut karena memang itu hak dari Pemkot Blitar. Namun kami tetap yakin menang," tuturnya optimis. Rudy menguraikan bahwa optimisme itu bisa dibuktikan di pengadilan. Pasalnya, penutupan usaha karaoke Maxi Brilian dinilai tidak memiliki bukti kuat. 

Rudy menyebut, selama ini usaha karaoke tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku. "Klien kami ini tidak menyalahi prosedur, kami tidak pernah memberikan layanan tari striptis pada tamu-tamu, ini yang perlu digarisbawahi. Dan akibat penutupan yang hampir setahun ini, klien kami menderita kerugian yang sangat besar. Semoga ini tidak terjadi lagi pada usaha-usaha lain seperti ini,” tandas dia.

Manager Maxi Brilian, Lili menambahkan, pihaknya kini lebih fokus pada persiapan operasional karaoke yang vakum selama kurang lebih satu tahun itu. Di antaranya dengan memanggil seluruh karyawan Maxi Brilian yang sudah lama terkatung-katung. "Seluruhnya ada 106 orang karyawan, kami berusaha untuk menghubungi lagi. Dari 106 tersebut lebih dari 90 orang siap comeback bekerja,” tukas Lili.

Lili pun berjanji, ke depan setelah beroperasi Maxi Brilian akan memberikan pelayanan hiburan dengan lebih profesional. “Semoga ke depan kita bisa bekerja lebih baik, bisa menjaga dunia usaha hiburan lebih baik lagi antara pemerintah kota dan pengusaha juga seluruh elemen masyarakat didalamnya, mengingat tempat hiburan sejenis cafe dan karaoke adalah salah satu tujuan wisata juga,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggerebek Maxi Brilian, sebuah cafe karaoke Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Senin (3/12/2018) pukul 00.30 WIB dini hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari penggrebekan ini polisi menyita sejumlah minuman keras (miras) dan membawa beberapa pemandu lagu. Serta dikabarkan pula membawa dua penari striptis dari tempat karaoke terbesar di Kota Blitar ini.

Pemkot Blitar kemudian mencabut izin operasional, Satpol PP Kota Blitar sudah menyegel tempat koraoke itu pada 21 Desember 2018. (*)


End of content

No more pages to load