Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Dr Uril Bahruddin MA. (Foto: Humas)

Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dan Pengembangan Lembaga UIN Malang, Dr Uril Bahruddin MA. (Foto: Humas)



Akhir-akhir ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) banyak mengadakan konferensi-konferensi internasional.

Ini menunjukkan posisi UIN Malang yang sedang menuju World Class University.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Dr Uril Bahruddin MA saat membuka gelaran Annual International Conference on Language, Literature, and Media (AICOLLIM) Fakultas Humaniora UIN Malang beberapa waktu yang lalu.

"Akhir-akhir ini kampus kita banyak sekali mengadakan konferensi-konferensi internasional. Dan ini menjadi salah satu indikator bahwasanya kampus kita memang sedang dalam posisi untuk menuju World Class University," ucapnya.

Tak hanya menggelar konferensi di dalam kampus, bahkan, UIN Malang akan menggelar seminar internasional di Mesir.

"Insya Allah tahun depan, bulan empat, kita akan mengadakan seminar kolaborasi, tempatnya di Mesir," ungkapnya.

Uril pun turut mengundang berbagai fakultas untuk bergabung dalam seminar tersebut.

Termasuk Fakultas Humaniora yang memang kerap menggelar konferensi internasional.

Fakultas Humaniora sendiri telah melakukan kerja sama dengan kampus-kampus internasional. Salah satunya adalah Deakin University, Australia.

Berbeda dengan seminar kolaborasi di Mesir, kerja sama Fakultas Humaniora melibatkan 10 mahasiswa Deakin University dalam program In-country.

“Mereka akan belajar bahasa dan budaya di UIN Malang selama 6 minggu. Akan ada 10 mahasiswa yang akan datang pada tanggal 11 November,” ucap Dekan Fakultas Humaniora, Dr H Syafiyah MA.

Kepada MalangTIMES Syafiyah menyampaikan, Fakultas Humaniora telah bekerja sama dengan Deakin University selama 10 tahun lamanya.

"Kita kerja sama dengan Deakin University sudah 10 tahunan. Setiap 2 tahun mereka mengirimkan mahasiswa mereka untuk studi bahasa dan budaya di sini," paparnya.

Syafiyah menjelaskan, terdapat perkuliahan untuk mahasiswa tersebut dari pagi sampai siang. 

Sementara sorenya, terdapat culture activities atau kegiatan-kegiatan budaya.

"Jadi ada latihan gamelan karawitan, menari, membatik, dan macam-macam. Kita juga ajak mengunjungi situs-situs sejarah atau tempat-tempat rekreasi yang itu khas Indonesia yang biasanya tidak mereka temui di sana," bebernya.

"Intinya, mereka ke sini ingin memperdalam menguatkan kompetensi bahasa Indonesianya. Kemudian ingin memperdalam pemahaman tentang budaya Indonesia dan masyarakat Indonesia," pungkasnya.


End of content

No more pages to load