Bagong alias Wahyu Santoso (25)(kanan) warga Jalan Sidodadar, Kota Lama, Kedungkandang, Kota Malang, dan Afan Kumar (22) (kiri) warga Jalan Muharto gang VII, Kedungkandang, Kota Malang (ist)
Bagong alias Wahyu Santoso (25)(kanan) warga Jalan Sidodadar, Kota Lama, Kedungkandang, Kota Malang, dan Afan Kumar (22) (kiri) warga Jalan Muharto gang VII, Kedungkandang, Kota Malang (ist)

Bagong alias Wahyu Santoso (25) warga Jalan Sidodadar, Kota Lama, Kedungkandang, Kota Malang, dan Afan Kumar (22) warga Jalan Muharto gang VII, Kedungkandang, Kota Malang, kekompakannya sebagai dua sahabat tak patut ditiru.

Pasalnya, kekompakan mereka ini justru dalam hal negatif yang akhirnya mengantarkan mereka ke jeruji besi Polsek Blimbing.

Kedua sahabat karib tersebut terciduk petugas karena kedapatan membawa barang haram berjenis sabu saat berada di Jl Kebalen Wetan, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang beberapa waktu lalu.

Keduanya terciduk setelah petugas mendapatkan informasi dua orang pria yang bergelagat mencurigakan di Jl Kebalen Wetan, Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.  

Mendapat informasi itu, petugas langsung saja meluncur ke lokasi.

Disana, petugas mendapati dua orang pria yang dilaporkan dan kemudian langsung saja melakukan pemeriksaan terhadap keduanya.

Benar saja, saat digeledah petugas mendapati  barang bukti berupa 2 klip sabu,  terdiri 1 plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,25 gram dan 1 plastik klip kecil berisi sabu seberat 0,27 gram.

Dari ditemukannya dua barang bukti tersebut, keduanya mengaku jika mereka bukanlah seorang pengedar. 

Mereka hanya merupakan konsumen yang membeli barang tersebut dari seseorang yang tak dikenal.

Barang haram tersebut dibeli keduanya secara patungan. Rencananya kedua pelaku akan melakukan pesta sabu disekitar lokasi. 

Namun rencana tersebut terlebih dulu digagalkan oleh pihak kepolisian.

Kapolsek Blimbing, Kompol Hery Widodo membenarkan adanya penangkapan dua pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

"Keduanya kami kenakan Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman empat tahun penjara, maksimal 12 tahun penjara. Saat ini masih kami kembangkan lagi untuk mengungkap pemasoknya," pungkasnya.