Anggota Koramil Singosari beserta warga dan petugas gabungan lainnya saat melakukan assesment usai musibah angin kencang terjadi (Foto : Istimewa)
Anggota Koramil Singosari beserta warga dan petugas gabungan lainnya saat melakukan assesment usai musibah angin kencang terjadi (Foto : Istimewa)

Setelah sempat merobohkan sebanyak 60 rumah warga di Kecamatan Singosari dan merusak pesawat serta pohon yang ada di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh. 

Sehari berselang, musibah angin kencang kembali merusak belasan rumah warga yang ada di Kecamatan Singosari, Selasa (3/12/2019) sore.

Berdasarkan data yang diperoleh MalangTIMES.com, belasan rumah yang mengalami kerusakan di wilayah Kecamatan Singosari ini terjadi di tiga desa. Yakni Desa Dengkol, Baturetno, dan Langlang.

”Masih pendataan, sementara ini tercatat ada 17 rumah warga yang rusak akibat diguyur hujan deras yang disertai angin kencang,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo, Selasa (3/12/2019) malam.

Diperoleh keterangan, sesaat sebelum musibah terjadi, di wilayah Kecamatan Singosari sempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi. 

Beberapa saat kemudian, tepatnya sekitar pukul 15.30 WIB, angin kencang tiba-tiba menerjang beberapa rumah yang ada di Desa Dengkol, Baturetno, dan Langlang. 

”Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materil saja,” sambung Tomo.

Belasan rumah warga yang rusak setelah diterjang angin kencang ini, 5 di antaranya terdapat di Desa Dengkol, 11 rumah di Desa Baturetno, dan satu bangunan rumah di Desa Langlang Kecamatan Singosari.

”Kerusakan yang diakibatkan musibah angin kencang ini, kebanyakan menyebabkan atap dan beberapa bangunan rumah warga roboh,” jelas Tomo.

Di sisi lain, Danramil Singosari, Anggota Polsek Singosari, PMI, jajaran Muspika Singosari, Tagana, beserta warga bahu membahu mengevakuasi reruntuhan bangunan dan materil rumah yang rusak akibat diterjang angin kencang.

”Sampai saat ini petugas gabungan masih di lokasi kejadian, belum bisa memastikan berapa total rumah warga yang rusak akibat terdampak bencana. Kabar selanjutnya menyusul,” tutup Tomo kepada MalangTIMES.com.