Kodisi Sungai Avur Budug Kesambi yang tercemar limbah (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)
Kodisi Sungai Avur Budug Kesambi yang tercemar limbah (Foto: Adi Rosul/ JombangTIMES)

Tim dari Balai Gakkum KLHK menemukan saluran pipa tersembunyi di bawah tanah, yang diduga sebagai saluran pembuang limbah cair ke lingkungan. Pihak Pemkab Jombang mengaku tidak mengetahui soal adanya pipa tersembunyi di sekitar pabrik kertas di Kecamatan Kesamben tersebut.

Pipa tersembunyi yang tertanam di sisi utara pabrik kertas PT MAG, Kecamatan Kesamben ini ditemukan tim dari Balai Gakkum KLHK wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara saat turun melakukan verifikasi pada Rabu (27/11) kemarin.

Pipa yang ditemukan itu sebanyak 2 buah dengan ukuran 4 dim. Pipa tertanam di kedalaman 20 sentimetermeter. Saat ditelusuri tim Gakkum, pipa itu mengarah ke sungai di sisi utara pabrik sejauh 200 meter.

Kepala Balai Gakkum KLHK wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Ir. Muhammad Nur mengatakan, pipa tersembunyi yang ditemukan tersebut harus dilihat status perizinannya. Bila pipa itu berizin, maka harus mematuhi aturan batas baku mutu pembuangan limbah cair yang telah diatur pemerintah.

"Nanti dilihat pembuangannya itu, baik yang resmi atau yang ilegal. Itu nanti kita lihat seberapa besar dia melebihi baku mutu," jelasnya saat dihubungi wartawan, Rabu (4/12).

Sementara, Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengaku belum mengetahui status pipa tersembunyi yang ditemukan oleh tim Gakkum KLHK. "Yang jelas pabrik itu sudah punya IPAL, kalau soal ini (pipa tersembunyi, red) kita yang tidak tahu," kata Mundjidah saat diwawancarai di ruang Bung Tomo, kantor Pemkab Jombang, Selasa (3/12) malam.

Dari laporan yang ia terima dari DLH, pabrik tersebut sudah mempunyai Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). Apakah IPAL ini berfungsi atau tidak, lanjut Mundjidah, dirinya masih akan melakukan pengecekan.

Masih kata Mundjidah, ia juga menyayangkan adanya pipa tersembunyi yang diperuntukkan untuk membuang limbah ke sungai, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan.

"Saya harus cek dulu, padahal ini kan sudah punya (IPAL), perizinannya disampaikannya sudah ada. Ini ada pipa ini, sehingga limbahnya kemana-mana," tandasnya.

kasus pencemaran limbah ini terjadi di Sungai Avur Budug Kesambi di Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben. Akibat limbah tersebut, kondisi air di Sungai Avur Budug Kesambi berbuih dan tampak hitam, serta mengeluarkan aroma busuk. Sejumlah ikan juga ditemukan mati di sungai.(*)