Salah satu senjata hasil rakitan AH, yang menggunakan tabung gas bertekanan tinggi (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Salah satu senjata hasil rakitan AH, yang menggunakan tabung gas bertekanan tinggi (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ketua Perbakin Lumajang Bambang Sudaryanto meminta penegak hukum untuk menindak pelaku pembuat, perakit dan penjual senjata air gun dengan kaliber yang cukup mematikan ini.

Menurut Bambang, AH, pelaku pembuat perkitan senjata illegal ini pernah menjadi anggota Perbakin Lumajang, namun sudah tidak aktiv sebagai anggota.

"Dulu memang memang Perbakin, sekarang sudah tidak aktiv dan kartu keanggotaannya sudah tidak berlaku. Sehingga berada diluar pembinaan kami," kata Bambang Sudaryanto.

Menurut Bambang Sudaryanto, senjata hasil rakitan dari AH bisa disebut canggih. Karena sudah dikerjakan dengan peralatan yang memadai. Kemudian hampir semuanya menggunakan gas tekanan tinggi sebagai pendorong, sehingga jangkuannya cukup jauh.

"Secara kualitas, jangkauannya cukup jauh, karena gasnya bertekanan tinggi. Disisi lain, sudah menggunakana peredam, sehingga tidak mengeluarkan suara keras. Untuk ketepatan menembak, senjat rakitan AH semuanya dibekali teleskop, sehingga tidak perlu menggunakan pejera untuk membidik sasarannya," urai Bambang Sudaryanto.

Masih kata Bambang, dengan senjata seperti ini akan menumbuhkan pemburu liar yang menyebabkan binatang dilindungi akan punah.

"Tak hanya berbahaya ketika disalahgunakan, digunakan berburu secara liarpun juga berbahaya. Karena berburu hewan hutan itu ada aturannya. Disamping harus  ada ijin dari Polda, juga harus mendapatkan ijin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)," tegas Bambang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, perakitan air gun di kediaman AH kalibernya bervaiasi antara 5,5 mm sampai 9 mm. "Keliber 5,5 mm saja sudah sangat berbahaya, apalagi sampai 9 mm," papar Bambang Sudaryanto kemudian.