Anggota Polsek Kalangbret dan Pegawai Perhutani memeriksa tumpukan material yang diduga limbah B3 (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)
Anggota Polsek Kalangbret dan Pegawai Perhutani memeriksa tumpukan material yang diduga limbah B3 (foto: Joko Pramono/ JatimTIMES)

Menanggapi kabar adanya dugaan limbah Berbahaya B3 yang beredar, pihak kepolisian langsung bergerak cepat. Untuk mengetahui secara pasti kandungan material itu, Polsek Kalangbret sudah mengambil sampel material tersebut sebanyak 2 sak.

Kapolres Kalangbret, Puji Hartanto mengatakan sudah meninjau lokasi tumpukan yang diduga B3 tersebut. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah benar merupakan B3 atau bukan. Maka langkah selanjutnya, pihaknya membawa dua sak karung tersebut. "Ya bawa 2 sak," ujar Puji Hartanto.

Sampah itu dibuang di jalan menuju ke Waduk Wonorejo, tergeletak di pinggir jalan tepatnya di Dusun Sanan, Desa Pucangan Kecamaran Kauman, (Sebelumnya tertulis Dusun Sulur, Desa Mulyosari, Kecamatan pagerwojo) jumlahnya sekitar 100 sak.

Benda yang diduga sampah B3 itu terbungkus karung yang sudah rusak, berbentuk mirip pasir dan batuan berwarna abu-abu dan merah muda.

Dari penuturan warga sekitar, benda itu sudah berada di situ sejak sebelum bulan Ramadhan lalu. Awalnya masih terbungkus karung dengan rapi. Namun lantaran sering terkena panas dan hujan, karung menjadi rusak dan benda mirip pasir terlihat jelas.

“Kalau pas lewat dekat di dada bisa langsung sesak,” ujar Dwi, Jum’at (6/12/19).

Awalnya benda yang tertumpuk itu dikira pupuk untuk pohon jati, mengingat di sekitar lokasi banyak pohon jati.

Namun hal itu disanggah oleh Asper/Kepala BKPH Tulungagung, Appanudin. Pihaknya sendiri telah lama mencari informasi terkait benda itu. Namun hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan. Dirinya membenarkan jika tumpukan mirip material itu sudah berada di situ sudah sejak lama.

“Kita juga sudah lama mencari informasi terkait itu, tapi sampai saat ini juga masih tertutup (belum dapat),” ujar Appanudin.

Disinggung tentang kecurigaan warga jika benda itu adalah limbah yang sengaja dibuang secara sembarangan, Appanudin mengaku belum mengatahuinya. Butuh waktu dan uji laboratorium untuk mengetahui secara pasti benda tersebut.

“Kami sendiri juga (menduga) begitu) tapi kita tidak bisa memastikan itu limbah atau tidak,” tuturnya lebih lanjut.

Pihakya sendiri juga tidak tahu kapan benda itu dibongkar atau ditaruh di tempat itu.

Hingga saat ini pihaknya belum melaporkan penemuan benda yang diduga limbah B3 tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung. dirinya berdalih saat melihat langsung benda tersebut tidak mengeluarkan bau atau hal yang berbahaya lainya.