free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Festival Kuwung Banyuwangi Diramaikan Aneka Seni Budaya

Penulis : Hakim Said - Editor : A Yahya

08 - Dec - 2019, 03:23

Loading Placeholder
Festival Kuwung di Banyuwangi

 Melalui Festival Kuwung, aneka seni budaya digelar Sabtu (7/12/19) malam. Tak tanggung tanggung, beragam budaya khas Banyuwangi dan  budaya kabupaten sahabat, seperti Kabupaten Kediri, Kota Probolinggo, Kabupaten Jembrana-Bali, dan Provinsi Kalimantan Timur juga ikut meramaikan pergelaran di akhir pekan ini.

Festival Kuwung adalah salah satu event festival tertua di Banyuwangi. Festival ini digelar untuk menampilkan beragam budaya Banyuwangi dalam sebuah parade seni budaya. Sesuai namanya Kuwung, yang artinya pelangi dalam bahasa setempat.

“Festival Kuwung adalah etalase kebudayaan dan seni asli Banyuwangi. Festival ini dihadirkan untuk menjadi panggung eksistensi seni dan budaya asli Banyuwangi yang beragam untuk tetap lestari,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sebagaimana makna pelangi, festival digelar malam hari dan akan menjadikan suasana malam di Banyuwangi bagaikan bertabur warna. Kostum beraneka warna yang dikenakan, berbagai alat musik tradisional Banyuwangi yang digunakan hingga lampu hias warna-warni yang semakin menyemarakkan parade tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, MY Bramuda mengatakan, tahun ini festival Kuwung mengangkat tema Gumelare Bumi Blambangan atau hamparan Bumi Blambangan. Segala potensi seni dan budaya yang ada di Banyuwangi ditampilkan dalam bentuk tarian dan fragmen.

Parade seni ini akan dibagi dalam dua kelompok besar. Masing-masing tim menggelar sub-sub tema yang menggambarkan potensi wilayahnya. Kelompok pertama membawakan  legenda Gontang Gelintang, yakni tentang asal-usul Desa Gintangan.

“Ini terkait kisah dibukanya lahan hutan untuk pemukiman penduduk. Namun dalam perjalanannya, timbul konflik antara manusia dan mahkhluk astral penunggu hutan tersebut, yang diakhiri dengan persetujuan bahwa jin mau menyingkir asalkan manusia mengganti pohon-pohon yang ditebang dengan menanam pohon Gontang di tepi-tepi sungai, yang kini dikenal dengan Gintangan,” tutur Bramuda.

Kelompok kedua, akan tampil dengan menampilkan sejarah Berengos Perada Bara di Rajeg Wesi. Lalu kelompok berikutnya mengangkat tradisi "Mongso Ketigo", yang diikuti kelompok mengangkat kisah Tutur Ki Wongsokaryo menyusul.

“Sebagai penutup, pertunjukan agrowisata "Semriwing Kembang Kopi" yang diinspirasi dengan melimpahnya kekayaan kopi Banyuwangi,” tandas Bramuda.

Parade ini akan diawali dari depan Kantor Pemkab Banyuwangi hingga finish di Taman Blambangan Banyuwangi.

“Kabupaten lain juga menampilkan seni budaya khasnya masing-masing. Wisatawan akan dimanjakan dengan puluhan tontonan ragam seni budaya,” pungkas Bramuda.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Hakim Said

Editor

A Yahya

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---