Olah TKP di lokasi bus terjun ke sungai di Jembatan Njudel.(Foto : Team BlitarTIMES)
Olah TKP di lokasi bus terjun ke sungai di Jembatan Njudel.(Foto : Team BlitarTIMES)

Tim Traffic Accident Analystic (TAA) Polda Jatim  melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kecelakaan bus terjun ke sungai, di Jembatan Njudel, Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Minggu (8/12/2019).

Kanit Laka Satlantas polres blitar Ipda Didik Sugiarto mengatakanTim memulai olah TKP sekitar pukul 09.00 WIB. Tim TAA menggunakan alat bernama 3D Laser Scanner yang berfungsi untuk menggambarkan perkiraan terjadinya kecelakaan bus pariwisata Fabian Anugerah  yang membawa total 58 penumpang termasuk sopir dan kernet.

TAA adalah proses rekonstruksi untuk kasus kecelakaan yang bertujuan untuk memperoleh informasi berupa kronologis, pola kejadian, informasi teknis, kondisi infrastruktur, kondisi pelaku kecelakaan baik secara fisik atau mental.

"Area untuk olah TKP harus steril sehingga petugas kepolisian harus memberhentikan kendaraan yang akan melintas. Petugas  menutup jalan provinsi itu radius 100 meter dari lokasi kecelakaan," ungkap Ipda Didik Sugiarto.

Proses olah TKP tersebut berlangsung sekitar 1,5 jam dan ada beberapa titik yang identifikasi dengan alat 3D scanner itu.  Petugas dari Polda Jatim juga menggunakan drone untuk identifikasi lokasi kecelakaan.

Kecelakaan bus pariwisata berpenumpang 58 penumpang rombongan guru pengawas dan kepala sekolah TK asal Tulungagung itu menewaskan lima orang. Rombongan rencananya akan menuju Pasuruan untuk berwisata ke kebun kurma.

Lima orang yang meninggal dunia, empat di antaranya adalah anggota rombongan. Sementara satu orang lagi seorang pemotor yang berjalan dari arah berlawanan.(*)