Logo Arema FC (istimewa)
Logo Arema FC (istimewa)

Kalah dengan skor 5-1 dari PSIS Semarang, pelatih kepala Arema FC Milomir Seslija mengakui bahwa timnya tidak bisa berproses lebih baik untuk mencetak gol karena lawan yang selalu menjaga pertahanan dengan baik.

Hasil kurang memuaskan didapatkan Singo Edan dalam empat laga terakhir yakni dua kali draw di kandang dan kalah ketika melawat ke kandang Bhayangkara FC.

Kini, Singo Edan kembali menelan kekalahan dari tim tuan rumah PSIS Semarang dengan skor 5-1. Dan hasil tersebut juga membuat posisi Arema FC pada klasemen sementara Liga 1 2019 merosot dari peringkat 6 ke peringkat 9.

Hasil yang kurang memuaskan ini diakui Milomir Seslija karena banyak permasalahan di dalam timnya sehingga membuat pemainnya kesulitan mengembangkan permainan.

"Masalahnya cukup kompleks, kami mencoba hal bagus untuk menyerang tapi serangan kami tidak berbahaya, dan serangan kami tidak membuat lawan kesulitan. Dan kami kebobolan lima gol, stelah itu kami tidak bisa berproses yang lebih bagus untuk cetak gol," ujar Milo.

Hal yang ia ingat saat pertandingan yakni ketika Rivaldi Bawuoh usai mencetak gol, ia berharap posisinya bisa tukar dengan Dendi Santoso agar lawan tidak bisa menebak atau membaca arah bola. Tapi hal lain terjadi dan membuat timnya nampak memperagakan permainan monoton dan mudah ditebak.

"Saat Dendi (akan) membuat gol cantik dan Rivaldi tidak pindah, di momen seperti itu saya tidak bisa marah dan ketika terjadi skor 2-1 dan selanjutnya kami kebobolan kami coba melanjutkan untuk menyerang lawan, tapi semua sudah terjadi," kata Milo.

Kini, pelatih Arema FC asal Bosnia-Herzegovina ini akan menekankan fokus timnya agar di pertandingan berikutnya bisa lebih baik. Apalagi kemungkinan Arthur Cunha juga bisa dimainkan dan memperkuat lini belakang.

"Kadang soal fokus, kadang soal lapangan jadi kami hari ini hanya satu buat gol itu. Tapi ke depan pemain akan lebih fokus lagi untuk menatap laga berikutnya," pungkasnya.