Kepala BPS Kota Malang Drs Sunaryo. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Kepala BPS Kota Malang Drs Sunaryo. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar sensus penduduk tiap sepuluh tahun sekali. 

Di tahun 2020 mendatang, pertama kalinya BPS akan menggelar sensus penduduk melalui daring atau online. Namun, sistem offline juga tetap dijalankan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Kota Malang Drs Sunaryo saat ditemui di Politeknik Negeri Malang (Polinema), Senin (9/12/2019).

"Ada dua pilihannya, ada sensus online dan sensus wawancara," ucapnya.

Ia menyampaikan, Sensus Penduduk Online dilakukan pada 15 Februari sampai 31 Maret 2020, melalui link sensus.bps.go.id yang akan dibuka saat periode sensus dimulai. 

Sementara secara offline akan dilakukan Sensus Penduduk Wawancara, yaitu pendataan secara door to door pada seluruh wilayah di Indonesia selama Juli 2020.

Nah, sensus penduduk online itu, sebetulnya adalah solusi untuk penduduk yang mobilitasnya tinggi. 

Cara online ini, kata Sunaryo, sebagai pilihan yang cerdas lantaran sangat efisien untuk masyarakat yang sibuk.

"Sehingga ketika nanti didatangi sensus wawancara kemungkinan itu juga susah, ya pilihannya salah satunya yang sangat strategis ya mengisi data secara mandiri pada sensus penduduk online di tanggal 15 Februari sampai tanggal 31 Maret," ucapnya.

BPS melaksanakan sensus penduduk pada tahun 2020 ini untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia, menuju Satu Data Kependudukan Indonesia. 

"Visi dari SP2020 untuk menuju satu data kependudukan adalah dorongan dari Perpres Satu Data Indonesia," ungkapnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. 

Tujuan dari dikeluarkannya Perpres ini adalah untuk memperoleh data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses, dan dibagipakaikan.

Ia menambahkan, mahasiswa juga diharapkan turut aktif dalam SP2020 ini.

"Mahasiswa ini kita jadikan sebagai agen untuk sensus karena mahasiswa itu masih sebagai elemen masyarakat terdidik yang sangat bisa strategis memviralkan membantu suksesnya sensus penduduk online," pungkasnya.