Petugas saat mengevakuasi jenasah ke kamar mayat RSSA Kota Malang usai menjadi korban tabrak lari (Foto : Istimewa)
Petugas saat mengevakuasi jenasah ke kamar mayat RSSA Kota Malang usai menjadi korban tabrak lari (Foto : Istimewa)

Kejadian tragis dialami pasutri (pasangan suami istri) asal Dusun Krajan, Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit. Keduanya dikabarkan menjadi korban tabrak lari saat melintas di jalan Raya Bakalan, Kecamatan Bululawang, Senin (9/12/2019).

Akibat insiden tersebut, Sulis Adi dikabarkan meninggal dunia. Sedangkan sang istri, Maslina, yang saat itu diboceng masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Ben Mari, setelah mengalami luka parah di bagian kakinya.

”Jenazah korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang. Sedangkan korban yang mengalami patah kaki di sebelah kanan sampai saat ini masih menjalani penanganan medis di rumah sakit," terang Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto, Senin (9/12/2019) petang.

Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, kecelakaan maut tersebut terjadi di kilometer 04-05 arah Kecamatan Bululawang menuju Turen. Semula, pasutri yang mengendarai sepeda motor Vario nopol N-2857-AP ini, melintas dar arah timur dengan kecepatan sedang.

Setibanya di lokasi kejadian, kedua korban berpapasan dengan truk tak dikenal dari arah berlawanan. ”Berdasarkan keterangan beberapa saksi, truk diduga kuat hendak mendahului kendaraan di depannya saat berpapasan dengan kedua korban,” terang Agus.

Lantaran truk terlalu berhaluan ke kanan, lanjut Agus, pengendara motor sempat berupaya menghindari truk yang ada di depannya tersebut. Namun karena jarak yang terlalu dekat, membuat kedua pengguna jalan ini tidak bisa menguasai laju kendaraannya. Alhasil, kecelakaan pun tak bisa dihindarkan.

Sulis Adi beserta sang istri, seketika langsung terpental ke aspal jalan. Pria 59 tahun itu, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian lantaran mengalami luka benturan dibagian kepala. ”Kasusnya masih dalam tahap pendalaman, kami masih memburu identitas pengemudi truk yang kabur usai terlibat kecelakaan,” tegas Agus.

Pengguna jalan beserta masyarakat setempat yang mengetahui kejadian ini, langsung berhamburan menyelamatkan kedua korban. Disisi lain, beberapa warga juga ada yang memilih melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. ”Guna kepentingan penyidikan, sepeda motor yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan sebagai barang bukti,” ungkap Agus.

Kepada MalangTIMES.com, Agus mengaku jika sampai saat ini dirinya masih mendalami hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi. Termasuk menunggu kondisi Maslina kembali stabil usai menjadi korban tabrak lari yang menyebabkan kaki kanannya patah tersebut.

”Dia (Maslina) masih shock,” tutup Agus sembari mengatakan jika keterangan wanita 55 tahun itu, bakal dijadikan acuan untuk mengungkap identitas pengemudi truk yang kabur usai terlibat kecelakaan.