Yang Jian (kanan, baju putih ) menerima penjelasan dari petugas PSAI. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Yang Jian (kanan, baju putih ) menerima penjelasan dari petugas PSAI. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

ULT PSAI (Unit Layanan Terpadu Perlindungan Sosial Anak Integratif )Tulungagung menerima kunjungan dari perwakilan negara China Kamis (12/12/19).

Yang Jian, Direktur Division Of Child Protection, Department Of Child Werfare, Ministry Of Civil Affairs, P.R China (Divisi Perlindungan Anak, Departemen Kesejahteraan Anak Kementrian Hubungan Masyarakat Republik Rakyat China), Ingin tahu lebih banyak bagaimana ULT PSAI Tulungagung melakukan perlindungan anak.

Alasan pemilihan Tulungagung sebagai tempat study banding, lantaran antara Indonesia dan China punya banyak kesamaan, mulai dari populasi, tingkat kemiskinan dan permasalahan anak.

“Kita punya banyak kesamaan, mulai dari populasi, tingkat kemiskinan dan permasalahan anak,” ujar Yang Jian dalam bahasa China.

Di China ada beberapa tingkatan kasus pada anak, namun awal dari semua permaslahan itu berasal dari keluarga. Maka dari itu hal pertama yang dilakukan oleh pemerintah China adalah penguatan keluarga.

“Kekerasan (pada anak) yang sifatnya tidak serius merupakan suatu kebiasaan, maka kami akan menghentikan kebiasaan itu,” terang Jian.

Jian menjelaskan ekonomi merupakan salah satu factor timbulnya kekerasan pada anak di tingkat keluarga.

Saat disinggung apakah akan membangun layanan serupa PSAI di China, Jian katakana jika negaranya sudah mempunyai produk hukum yang melindungi anak-anak dari kekerasan.

“Sekarang dioseluruh negeri mempunyai pusat perlindungan anak yang mempunyai kesamaan dan kita sedang melakukanya saat ini,” pungkas Jian.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan UNICEF wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah, Arie Rukmantara, pihaknya yang mengarahkan delegasi Tiongkok ke Tulungagung.

Sebab Tulungagung yang menginisiasi lahirnya ULT PSAI, yang kemudian diduplikasi di lebih dari 100 daerah di Indonesia.

Secara nasional, ULT PSAI ini kemudian diimplementasikan menjadi Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI).

"Tulungagung masih yang terbaik dalam hal perlindungan anak. Sehingga kami membawa delegasi Tiongkok ini kemari," ujar Arie.

Sementar itu kepala ULT PSAI, Sunarto model perlindunagn PSAI seperti di Tulungagng setelah ditiru di 100 daerah di Indoneisa, juga telah dikunjungi oleh beberapa negara. Mereka juga ingin meniru model perlindungan PSAI di negaranya.

“Yang pertama dulu dari Malaysia,” ujar Sunarto.

Disinggung [permasalhan yang ingin ditiru oleh perwakilan China, Sunarto jelaskan efektifitas ULT PSAI dalam mengelola permasalahan anak. Dengan satu pintu, semua permasalahan anak bisa tercover di ULT PSAI.

Di tempat sama Kepala Dinas Sosial KB dan PPPA Kabupaten Tulungagung Suparni mengatakan, masalah sosial yang melibatkan anak memang beragam. Untuk itu menurutnya, pelayanan bagi anak harus bisa dipadukan.

“Para petugas dari lintas sektor melakukan upaya gotong royong. Mereka memahami peran yang diambil, termasuk puskesmas maupun rumah sakit,” jelasnya.

Delegasi Tiongkok ini sempat diterima di Pendopo Kabupaten Tulungagung oleh Pj Sekda, Sukaji.

Rombongan kemudian langsung ke kantor ULT PSAI, di Jalan Pahlawan nomor 1 Tulungagung.

Selanjutnya rombongan menuju ke Desa Kesambi,Kecamatan Bandung, desa percontohan dalam hal Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).